Jubah

1062 Kata

Louisse turut menoleh. Ada pun Gracia setia memandanginya intens. Membuat Edward terpojok dalam sepersekian detik. Layaknya seekor tikus yang kepergok jalan-jalan oleh dua ekor kucing kelaparan. "Wajahmu mengerikan," balas Edward sekenanya sambil meraupkan tangannya pada muka Gracia. Maid tersebut menutup mata sambil sedikit mundur. Mengindari jemari Edward yang berpotensi mencolok kedua matanya. Louisse hanya bisa berkedip-kedip melihat semua itu. Terlebih dia menyadari ada rona kemerahan di pipi Pangeran Edward. Apakah lelaki itu sedang malu? Tapi apa penyebabnya? "Ngeri gini, tangannya mampir. Mukaku ngeri beneran enggak, sih?" tanyanya di dalam hati. Mana mungkin Gracia berani menanyakan secara langsung. Yang ada, dia langsung kena lempar ke kandang harimau milik kebun binatang is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN