Sang Penyemangat

1014 Kata

"Mau keluar sendiri, atau aku yang memaksamu untuk keluar, Gra?" Pertanyaan dari Edward itu sukses membuat tengkuk Gracia meremang. Dia melihat pangeran tampan tersebut menunggu di depan celah yang menjadi pintu masuk ke dalam persembunyian. Ditilik dari pertanyaan barusan, Edward pasti telah mengetahui bahwa Gracia bersembunyi di sana. Tapi, bagaimana bisa? Apakah lelaki itu memiliki indra ketujuh? Merasakan tidak ada tanda-tanda Gracia keluar dari sana, Edward kembali mengancam, "Gra! Jangan bikin hukuman kamu jadi tambah parah!" Gracia mereguk saliva. Kalau sudah begini, dia hanya bisa pasrah. Berjalan pelan ke arah celah dengan pandangan kosong. Layaknya mayat hidup yang tengah berjalan-jalan di siang bolong. Wajah gadis itu terlihat sangat pucat. Belum lagi otot-ototnya yang terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN