Katakanl ah aku sebagai Papa yang tidak berguna, sudah mengetahui anaknya lahir keduania sejak lama namun belum sempat menemuinnya. Dan bodohnya lagi aku tidak menyadari bahwa yang datang kerumah ini adalah anak ku sendiri. Hidup ini sulit, ah ralat yang membuat sulit adalah manusian itu sendiri. Aku sekarang bingung ingin mejelaskan apa nantikanya kepada Naja. Fahri semakin gusar, setalah ia mendengar semua keluh kesah selama ketadaanya disamping Naja. iya aku tahu, melahirkan buah hati seorang diri bukanlah hal yang mudah. “Maafin Mas, sayang.” Lisannya berucap dengan sedikit getaran. Fahri menangis dalam diam. Merutuki kebodohannya yang memang sudah diluar batas. Fahri berniat untuk menyusul Naja namun ia urungkan, ia membiarkan wanitanya menyendiri terlebih dahulu. **** Naja sedari

