41

1548 Kata

Naja masih menangis tersedu-sedu di pelukan sang papa. Air matanya tak bisa terbendung lagi sedari kakinya menginjak kan kaki di rumah sakit xx. Naja tak tega melihat kondisi yang mama yang di kata kan tidak baik-baik saja, sedari Naja datang sang mama hanya menatap kosong kearah jendela dengan isakan tangis. Hati Fahri semakin sakit, tatkala melihat dua orang wanita yang dicintainya terpuruk. Fahri menghampiri sang Naja, mengusap puncak kepala Naja dengan sayang. “Pah, kenapa ini semua bisa terjadi?” tanya Naja disertai isak tangis. “Ini sudah takdir sayang, Allah lebih sanyang dede.” “Naja nggak tega liat mama terpuruk pah. Naja nggak kuat.” “Semuanya juga seperti itu. nggak ada yang tega.” “Ja.” Panggil Fahri lembut. Naja mengurai pelukannya dengan sang papa, lalu menatap Fahri i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN