42

2119 Kata

Satu minggu sudah Winda berada di rumah sakit dan Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik, walaupun terkadang masih suka melamun sendiri dan terkadang menangis dalam diam. Selama satu minggu pula Naja selalu menemanai sang mama dan memberi semangat. Kebetulan Naja sudah di perbolehkan pulang sesekali datang ke rumah sakit hanya untuk mengecek kondisinya. Fahri tengah membereskan barang-barang yang dibawa ke rumah sakit. Naja hanya memperhatikan dari kejauhan. “Mas, Naja bantu ya?” “Nggak usah. Dibilangin jangan bandel. Kalo bandel jadi anaknya pak Ogah aja sono.” “Ihh mas Fahri kumat ngeselinnya.” “Walaupun ngeselin, tapi ngangenin ‘kan?” “Ihh jijay Naja, mas.” “Fahri, mulut kamu bisa diem nggak? Kalo enggak bisa, Papa tampol pake sandal jepit punya Papa nih,” ancam sang papa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN