Sejak kepergian Elrad beberapa jam yang lalu, Naja kini sedang duduk bersila di atas brangkar rumah sakit. Tangannya sedari tadi memencet tombol remot guna mengganti canel televisi, Naja bosan karena tidak ada acara yang menyenangkan. Akhirnya Naja untuk berbaring kembali, karena punggungnya sudah terasa pegal. Tangannya mengusap perutnya yang masih datar, ia tersenyum. Tidak menyangka ternyata di dalam perutnya terdapat bayi yang mulai tumbuh. Naja semakin hanyut dalam dunianya sendiri, hingga tak menyadari Elrad sudah berdiri di sampingnya. Elrad menggelengkan kepalanya heran, adiknya sebenarnya kemasukan jin jenis apa? sampai sakit pita suara ini memanggil namanya namun tidak ada jawaban. Dengan iseng Elrad memamerkan kantung kresek yang berisi makanan, hidung Naja mengendus-endus

