Satu minggu kemudian... sudah satu minggu lamanya Naja berada di rumah sakit, rasa bosan dan suntuk kini akhirnya bisa terbebas. Naja memang sudah di perbolehkan pulang, namun harus rajin kontrol untuk memastikan kesehatan janin. saat ini Naja tengah khusyuk menikmati ice cereamnya, dia melihat Elrad sedang menatapnya tanpa berkedip. "Kak Elrad mau?" Naja menyodorkan ice cream yang tinggal setengah itu. "Nggak, buat Naja aja." "Beneran nih Kak? enak loh." "Ja, pokoknya Kakak nggak mau tahu. ini yang terakhir kalinya kamu makan ice cream." "Loh kok gitu sih?” protesnya tidak terima. "Jangan egois adikku sayang. itu di perut ada anak kamu, emang mau dedenya kenapa-kenapa lagi?" Naja murung seketika, tatapan matanya beralih keperut ratanya, tangannya bergerak untuk mengusap, "Dedek,

