50

1756 Kata

Seperti apa yang dikatakan Elrad semalam, Naja boleh ikut Elrad pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sempat Elrad membujuk agar Naja jangan ikut terlebih dahulu, dengan alasan untuk kesehatan janin yang ada didalam kandungannya. Bukan Naja kalau tidak ngeyel, Naja tetep kekeh untuk ikut. Lagi-lagi Elrad tidak bias menolak untuk itu. Saat ini Elrad tengah memijiti tengkuk Naja. Sejak sepuluh menit yang lalu, Naja tidak berhenti memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya. Ini lah yang di khawatirkan Elrad Naja pasti akan mabuk pesawat. Elrad tak tega melihat adiknya yang sudah pucat dan lemas. “Ja, minum teh hangat dulu ya, biar baikan perutnya.” Lagi-lagi Naja menggeleng, “Percumah Kak, nanti pasti keluar lagi.” “Tapi kasihan Dede yang ada di dalam perut kamu Ja.” “Ya deh mana Naja mau.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN