Seperti apa yang dikatakan Elrad semalam, Naja boleh ikut Elrad pulang ke rumah kedua orang tuanya. Sempat Elrad membujuk agar Naja jangan ikut terlebih dahulu, dengan alasan untuk kesehatan janin yang ada didalam kandungannya. Bukan Naja kalau tidak ngeyel, Naja tetep kekeh untuk ikut. Lagi-lagi Elrad tidak bias menolak untuk itu. Saat ini Elrad tengah memijiti tengkuk Naja. Sejak sepuluh menit yang lalu, Naja tidak berhenti memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya. Ini lah yang di khawatirkan Elrad Naja pasti akan mabuk pesawat. Elrad tak tega melihat adiknya yang sudah pucat dan lemas. “Ja, minum teh hangat dulu ya, biar baikan perutnya.” Lagi-lagi Naja menggeleng, “Percumah Kak, nanti pasti keluar lagi.” “Tapi kasihan Dede yang ada di dalam perut kamu Ja.” “Ya deh mana Naja mau.”

