Naja langsung dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan tidak sadarkan diri. Mesya menangis sesegukan dalam pelukan Iel. Dokter dan suster sedang menangani Naja di dalam. Tak berselang lama orang tua Naja datang dengan wajah panik. “El, gimana keadaan Naja?” tanya Winda. “Masih ditangani dokter, tante,” jawab Iel. “Ya Allah pah, anak kita.” Sang Istri sudah tak kuasa membendung air matanya. Ia menangis meraung-raung didekapan sang Suami. “Sabar mah, berdo’a. Semoga Naja baik-baik saja.” Sang suami mencoba untuk tegar, walaupun air matanya juga mau tumpah namun dengan sekuat tenaga ia harus menahannya. Kurang lebih sepuluh menit Naja telah di tangani dan kini dokter meminta pihak keluarga untuk menghadapnya langsung. Sang Dokter terlihat membuang napasnya pelan, lalu “Suami pasien ada

