Sedari tadi Naja hanya diam saja. Entah apa yang sedang menganggu pikirannya. Dirinya saat ini tengah berada di dalam mobil Iel dengan Abi yang tengah tertidur di pangkuannya. Iel juga hanya bisa diam, bingung harus memulai dari mana. “Engghhhh.” Abi mengeliat dalam tidurnya. “Sttt sttt stttt.” Naja mengusap punggung Abi memberikan ketenangan agar bocah itu tertidur kembali. Iel berpikir ini waktu yang tepat untuk bertanya, “Ja, kamu nggak pa-pa?” Iel bertanya dengan hati-hati. “Hah, enggak kok. Naja baik-baik aja.” “Jangan bohong!” Iel mendesak, agar Naja mau berkata jujur Naja membuang nafasnya kasar, “Naja juga nggak tau Mas, ada yang ngeganjel rasanya.” “Apa ada hubungannya sama kak Elrad?” “seprtinya, tapi Naja kurang yakin.” “Kalau kak Elrad adalah kakak kamu, lambat laun pa

