Tak terasa matahari telah tergelincir ke arah barat, itu berarti menandakan hari telah sore. Naja sedang menikmati udara sore di taman belakang. Matanya terpejam meresapi angin yang menerpa wajahnya. Entah mengapa udara sore kali ini menenagkan. Naja membuka matanya tatkala sepasang tangan memegang bahunya dari arah belakang. Naja menoleh untuk memastikan siapa orang tersebut. “Mas El, ngapain ke sini?” tanya Naja heran. “Mau ngajak jalan-jalan dong.” “Jalan-jalan kemana? Naja mager mau keluar rumah.” “Ke pasar malam mau? Setau mas, di sekitar sini ada.” “Wah, serius mas?” mata Naja berbinar-binar. Di bayangannya nanti dia akan membeli gula-gula. Sepertinya sangat enak. “Nanti Naja boleh beli gula-gula nggak?” “Boleh, asalkan jangan banyak-banyak nanti gigi Naja ompong.” “Mas El ma

