Andi

614 Kata
Andi, sosok yang gak akan pernah hilang dari memori otakku, anak lelaki pendiam, sering di bully saat sekolah dulu, karena sifatnya yang pendiam. "ndu. ... Aku akan pergi, ikut papah pindah dinas, tunggu aku ya ndu, aku akan selalu mengabarimu" katanya di malam itu, saat kami pulang dari musholla. "Kamu gak akan lama kan? kamu .... akan kembali kan Di ?" " pegang janjiku ndu. ..... Aku akan kembali" sembilan tahun yang lalu, dia pergi tanpa ada kabar berita sekalipun, mungkin dia lupa mencatat alamat rumahku, lambat laun aku mulai terbiasa kehilangannya. Kini dia, muncul kembali bagai hantu vampir, menghantui malam - malamku, tidak rindu kah kau padaku? tidak mau tahukah kabarku ndi? andi....Andi...apakah kau sudah melupakanku? *** sudah hampir satu tahun ini, aku menjadi staff di kantor, setelah lulus kuliah, alhamdullilah ada lowongan staff di tempatku bekerja, aku mengajukan diri untuk posisi itu dan Alhamdulillah Allah memberikan jalan untukku. Hujan... masih saja bermasalah dengan hujan, hujan datang tiba-tiba tanpa memberi kabar,ini musim apalah.... siang panas tak terperih, sinar matahari sampai menusuk mata, sore hujan datang tanpa kendali ..... aku terjebak di dalam hujan, halte tempat biasa aku menunggu angkot sudah mulai sepi, aku sendiri sudah mulai deg-degan, mau itu hantu, ataupun begal buatku sama saja menakutkannya.hampir satu jam aku menunggu, angin kencang mulai menerpa tubuhku. rasanya ingin menjerit saja, dalam keadaan seperti ini, angkutan umum memang sangat susah. Ku rapatkan cardiganku. sebuah sedan putih berhenti tepat di hadapanku, sang supir pun membuka kaca jendela. "ndu .... masuklah " perintahnya sambil membuka pintu mobil. "Hmmm .... tidak usah pak, saya tunggu angkot saja" jawabku. padahal hatiku ingin sekali ikut, tapi rasa segan pada atasanku lebih menguasai otakku, aku tak in ingin ada yang menggosipkan aku di kantor "cepat ndu ,... jangan berfikir terlalu lama, hujan makin lebat" atasanku masih saja memaksaku ikut dengannya. tanpa menjawab lagi, aku pun masuk ke dalam mobil, ac di dalam mobil tak kalah hebatnya dengan hujan di luar sana, dingin, aku segan tuk meminta di matikan ac nya, gak sopan sekali sudah di beri tumpangan minta yang macam-macam pula. ' "Hmmm .... memang tidak ada yang menjemputmu ?" tanyanya memecah kebisuan kami. "ada sih pak, cuman hari ini mereka sibuk " jawabku asal-asalan. hadeeh paak, mana mungkin ada yang menjemputku! "oh ya .... mereka? maksud kamu mereka itu siapa? ayah, adik, kakak ?" hadeh si bos mulai kepo, "bukan seperti itu pak, maksud saya supir angkot, tukang ojek, kan aku biasa pulang di jemput mereka " "Kamu itu " kami pun tertawa terbahak - bahak, pecah kebisuan di antara kami. *** Juan nama atasanku di kantor, sosok yang dingin namun ternyata hangat, pria blaster indonesia - kanada, kami menjadi teman setelah hari itu, di kantor kami tetap menjadi atasan dan bawahan, di luar kantor dia menjadi pribadi yang hangat. terkadang aku lumayan canggung dengannya, suara-suara di dalam kantor membuat telingaku cukup panas, tapi sudahlah, kerja ya kerja saja, toh kami berdua tidak punya hubungan khusus, just friends. Kami sudah terbiasa, berbagi cerita, ataupun sekedar ngopi- ngopi di halam rumahku. Juan menjadi temanku, pengganti Andi? Andi masih ada di urutan teratas dalam daftar, sampai hari ini saja Andi belum pernah memperlihatkan batang hidungnya, aku hanya dapat cerita dari Ayah saja, kalau hari ini Ayah makan di warteg sama andi atau ngopi di warung burjo mang kasman, kenapa Andi tidak pernah mau menemuiku? Haruskah aku menemuinya? Tai di mana? Ayah tidak pernah memberitahuku Andi tinggal di mana, bahkan Ayah pun tak tahu dia tinggal di mana, hanya saja mereka sering bertemu. Juan pun sebuah misteri untukku, aku tak tahu banyak tentang dirinya, keluarganya atau pun siapa kekasihnya, yang aku tahu dia sering datang ke rumah saat weekend. aku tak pernah menganggapnya lebih dari teman, aku takut pada hatiku, Andi masih menduduki ruang hati dan otakku. .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN