Bab 37 - Tamu Istimewa

1771 Kata

Bimo turun dari mobil, menghela napas dan membuangnya kasar. Hari ini dia sudah siap memasang badan apabila sang papah mau memarahinya sedemikian rupa. Toh itu semua baginya sudah terbiasa. Kerap kali terjadi cekcok antara dia dengan papahnya dengan masalah yang berbeda, bahkan masalah kecil sekalipun terkadang memicu perdebatan di antara mereka. Bimo berjalan perlahan ke depan rumah yang pintunya sudah terbuka lebar. Jam-jam begini memang waktunya asisten rumah tangga Bimo sedang menyiram kebun yang ada di depan rumahnya. “Pagi Tuan Bimo,” sapa asisten rumah tangga Bimo yang sedang menyirami tanaman dan bunga-bunga yang ada di halaman rumah majikannya. Dengan hati-hati dia memberikan asupan untuk tanaman agar tanaman-tanamannya tumbuh dengan baik. “Pagi, Bibi,” sahut Bimo tetap melang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN