Tepi Pantai

1056 Kata

"Apakah ada namaku di hatimu?" Jantung Quintessa terasa berhenti berdetak. Setelahnya, memompa darah dengan lebih cepat. Dia sama sekali tidak menyangka bila Gallen akan menanyakan hal semacam ini. "Oh, itu ... Memang, jawabanku dulu kurang meyakinkan?" Gallen mengedikkan bahu. Tangannya menjitak dahi Quintessa sembari berkata, "Barangkali kau bohong." Quintessa mengerucutkan bibirnya. "Kalau begitu, aku mau menanyakan hal yang sama padamu." "Ck. Untuk apa?" tanya Gallen sebal. Mendengar jawaban itu, lagi-lagi Quintessa sakit hati. Dia pun bergumam, "Jadi, aku ini benar-benar tidak penting, ya?" "Apa yang kau bicarakan?" panik Gallen. Dia tahu kalau sudah membuat Quintessa salah paham. "Sudahlah. Aku tahu jawabannya. Tidak ada namaku di hatimu. Tak perlu repot meminta bantuan ramua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN