Badai

1009 Kata

"Ha? Apa?" Quintessa terlihat terkejut saat mendengar pertanyaan dari Gallen. Pangeran pun langsung membalikkan tubuh istrinya. Menghadapkan tubuh Quintessa pada dirinya. Seperti yang gadis itu inginkan di dalam hatinya. Manik mereka pun bertatapan dalam diam. Quintessa jadi gelagapan. "Kau membicarakan soal jantung. Jangan pura-pura tidak tahu," desak Gallen tidak sabaran. Gadis berambut pirang semakin tersudut. Dia merasa kalau tidak ada celah baginya untuk mengalihkan topik pembicaraan. Lari pun tak akan dapat. Gallen seolah mengurungnya di sini. "Sa," kejar sang pangeran. Manik lelaki tampan tersebut terlihat sangat mengharap jawaban. Quintessa akhirnya menyerah, "Jantungku tidak aman kalau kau terlalu dekat denganku." "Kenapa?" Gallen menaikkan sebelah alis. Tak hanya itu, Ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN