"Veela," sahut Neirra tiba-tiba Penyihir itu lalu memberikan sedikit penglihatannya pada Gallen. Membuat sang pangeran mampu melihat makhluk berwarna biru mengkilap yang tengah mengaduk-aduk lautan. Saat asyik melihat-lihat, mereka tak menyadari bahwa ada gelombang besar yang datang. Padahal bila menggunakan logika, takkan ada gelombang sebesar itu di lautan. Kecuali, tsunami. "Oh, tidak!" seru Villana sambil merapalkan mantra. Neirra tidak tinggal diam. Penyihir bergaun hitam itu langsung terbang di samping Villana. Dia ikut merapalkan mantra. Menguatkan dinding pelindung yang dibangun oleh elf itu. Melihat kedua rekannya sibuk sendiri, Quintessa diam dengan mulut menganga di tempat. Di depan matanya kini, dia melihat sebuah adegan yang cukup mencengangkan. Tangan gadis itu mulai be

