Tebak Nama

1069 Kata

Gallen meradang dengan segera. Otaknya sudah mendidih. Jika diibaratkan gunung, seperti hampir erupsi. Mengeluarkan lahar panas dan menyapu bersih apa pun di sekitarnya. "Sejak kapan kau menjadi keras kepala seperti ini?" tanya Gallen. Villana menjawab acuh, "Lebih baik, Tuan menebak nama lelaki itu daripada membahas tentang perubahan sikap saya." Mata Gallen nyaris menggelinding dari tempatnya. Dia lalu menyugar rambut. Ada pun dadanya naik turun tidak beraturan, seirama dengan emosi yang meledak-ledak tanpa dapat dikendalikan. "Steven," balas Gallen sembari membuang muka ke samping. Hanya dengan memikirkan nama itu, api yang sudah berkobar di dalam dadanya tersebut bertambah besar. Ingin sekali Gallen menghajar Steven. Tapi dia tidak bisa melakukannya, atau dapat memancing perang an

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN