Malam pun tiba. Dari lambung kapal, terlihat taburan bintang di angkasa. Mengingatkan Quintessa akan malam sebelum dia melangsungkan pernikahan dengan Gallen. "Kau menyukai bintang, Sweetheart?" Quintessa pun menoleh ke belakang. Mendapati Gallen yang tengah berjalan. Lelaki itu masih terlihat tampan meski keadaan di kapal ini begitu gelap. Hanya ada sinar rembulan dan beberapa lentera. "A-aku menyukainya," ujar Quintessa terbata. Gadis itu lalu kembali mengalihkan pandangan ke angkasa. Gallen merasa sedikit cemburu karena Quintessa lebih memilih bintang daripada dirinya. Tapi dia juga sadar kalau Quintessa bukan miliknya. Mereka sebatas sahabat yang terpaksa menikah karena dorongan keadaan. Untuk sedikit mengobati rasa sakit hatinya, Gallen mensejajarkan diri dengan Quintessa. Tanga

