Akan Dijadikan Tumbal

1277 Kata

Dua hari sudah berlalu, dan Samuel masih terjebak dalam ruang rumah sakit yang terasa semakin sempit seiring waktu berjalan. Dinding putih membosankan itu seolah mengejeknya, menghimpit kebebasannya dengan aroma antiseptik yang terlalu menusuk. Ia muak hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun, kecuali menghubungi Julia setiap menitnya. Namun, bukannya mendapat sambutan hangat, Julia justru mengomel padanya. Suaranya di telepon terdengar jengkel, seperti angin badai yang menghantam keras. “Sam, kalau kau masih terus meneleponku seperti ini, lebih baik pulang saja!” bentaknya. Samuel hanya bisa tersenyum tipis saat mendengar itu. Setidaknya Julia masih peduli, meski dalam bentuk amarah yang ia sukai. Di sampingnya, Afrod duduk dengan santai, mengunyah jeruk dengan ekspresi yang tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN