Merindukan Kalian

1300 Kata

Prang! Suara pecahan piring memecah keheningan malam, menggema seperti alunan lonceng peringatan yang samar namun menghantam keras di hati Julia. Matanya membulat, nafasnya tercekat saat melihat serpihan porselen berserakan di lantai seperti mozaik kehancuran kecil. “Astaga, kenapa aku teledor sekali,” gumamnya dengan nada getir. Tangan mungilnya, yang gemetar ringan, mulai memunguti pecahan piring itu satu per satu, seolah mencoba menghapus jejak kekacauan yang baru saja terjadi. “Aw!” Sebuah serpihan tajam melukai jari telunjuknya. Setetes darah muncul, warnanya merah pekat seperti mawar yang terluka, kontras dengan kulitnya yang pucat. Julia menatap luka kecil itu, tetapi jantungnya berdegup lebih kencang daripada yang seharusnya. Pikirannya berlari jauh, menyeberangi lautan j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN