Justru Sangat Merindukannya

1324 Kata

Sudah satu minggu berlalu, dan keheningan semakin menyiksa Julia. Tidak ada kabar, tidak ada pesan, tidak ada suara lembut Samuel yang biasanya menenangkan dadanya. Seakan dunia di sekelilingnya memudar menjadi bayang-bayang suram tanpa keberadaan suaminya. Julia duduk di ujung ranjang, jemarinya yang ramping menggenggam erat ponselnya, seolah benda itu bisa memanggil Samuel hanya dengan tatapan penuh harapnya. Napasnya terdengar pelan namun berat, terbebani oleh kecemasan yang terus membuncah di dadanya. "Ke mana sebenarnya Samuel? Kenapa dia tidak menghubungiku lagi?" gumamnya pelan, suara beningnya menggantung di udara, seakan bertanya pada kesunyian. Pikirannya berkelana, mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Apa dia marah padaku? Karena aku selalu memprotes kebiasaannya yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN