Wajah Julia tampak berseri-seri, senyum kecil menghiasi bibirnya sembari ia menyiram tanaman di halaman kecil rumah mereka. Matahari pagi memeluk tubuhnya dengan kehangatan lembut, membiaskan sinarnya pada dedaunan yang berkilauan karena tetesan air. Tangannya bergerak perlahan, seolah setiap tanaman adalah anak kecil yang memerlukan perhatiannya. “Tumbuhlah dengan baik, ya,” ucap Julia, suaranya seperti bisikan angin yang penuh kasih. “Aku ingin melihat kalian mekar dengan indah, memberikan warna bagi dunia yang terkadang terasa terlalu suram.” Ia menatap tanaman-tanaman itu dengan tatapan yang dalam, seolah mereka adalah teman sejatinya yang diam-diam mengerti isi hatinya. “Julia?” Suara berat Samuel memecah ketenangan pagi. “Aku mencarimu ke mana-mana. Ternyata kau ada di sini

