“Apa ini?” suara Julia terdengar penuh keheranan ketika Samuel tiba-tiba saja meletakkan sembilan buah paper bag besar di atas tempat tidur mereka. Kertas pembungkus berwarna lembut itu membentuk lipatan yang rapi, seolah menyimpan rahasia kecil di dalamnya. “Bukalah,” kata Samuel santai, sembari menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan terlipat. Senyum tipis menghiasi bibirnya, seolah menyembunyikan sesuatu. “Aku pun tidak tahu apa saja yang Pram dan Jerico beli saat kami mampir ke mal tadi.” Julia menaikkan alisnya, wajahnya menyiratkan keraguan bercampur rasa ingin tahu. “Aneh. Kenapa mereka yang beli? Ini untukku?” tanyanya, matanya memindai paper bag tersebut dengan ragu. “Tentu saja, Julia. Untuk apa aku membawanya kemari kalau bukan untukmu?” Samuel menatapnya dengan ta

