“Tapi, Dad. Julia sedang hamil muda. Bagaimana mungkin aku bisa bercinta dengannya? Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya,” ucap Samuel, suaranya pelan namun tegas, seperti seorang prajurit yang menolak melanggar sumpah kesetiaannya. Matanya memandang lurus ke arah Mark, seolah meminta penjelasan yang masuk akal atas saran konyol yang baru saja dilontarkan. Mark menaikkan satu alisnya, wajahnya memancarkan kebingungan bercampur ketidaksabaran. “Memangnya kenapa jika Julia sedang hamil muda? Apa kau pikir dia porselen yang bisa pecah hanya karena disentuh? Memangnya kau mau mengajaknya atraksi sirkus?” tanyanya dengan nada heran yang hampir terdengar seperti ejekan. Samuel mengacak rambutnya yang sudah rapi, frustrasi jelas tergambar di wajahnya. “Lalu kenapa kau memintaku untuk ser

