Sengaja Membuat Bruno Semakin Ketar-Ketir

1369 Kata

"Hanya butuh waktu satu jam saja untuk memblokir akses mereka yang berani mencoba menyentuh laptop milikku," ucap Samuel, suaranya serupa bisikan malam yang penuh keyakinan. Jemarinya menari lincah di atas keyboard, seolah setiap ketukan adalah simfoni yang menandai kehancuran para pengganggu di balik layar. Pria itu sudah lama hidup di dunia bayangan, di mana cahaya layar menggantikan sinar matahari dan kode-kode adalah bahasa yang lebih fasih ia pahami dibandingkan percakapan manusia. Bagi Samuel, menghalau hacker hanyalah permainan kecil, tak ubahnya seperti anak-anak yang menyusun balok hanya untuk menjatuhkannya kembali. "Sudah lima puluh menit, Sam. Dan kau masih belum menemukan kata sandinya," ujar Afrod, nada suaranya mencampurkan ejekan dengan rasa ingin tahu. Ia mengangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN