Tiga hari kemudian... “Aku harus pergi ke luar kota selama tiga hari. Kau akan ditemani oleh Mommy selama aku di sana.” Suara Samuel terdengar dalam dan tegas, seperti angin malam yang dingin namun mengandung kehangatan tersembunyi. Ia menatap Julia dengan penuh intensitas, matanya seperti samudra dalam yang menyimpan rahasia tak terucap. Di tangannya, dasi berwarna biru tua melambai lembut, seolah menantikan sentuhan Julia untuk melengkapinya. Julia tersenyum kecil, meski ada jejak kekhawatiran di sudut matanya. Jemarinya yang lentik bergerak anggun, memperbaiki simpul dasi itu dengan penuh perhatian, seperti seorang seniman yang menyempurnakan karya terakhirnya. “Ya, Samuel. Kau sudah mengatakannya berkali-kali. Aku tidak akan lupa bahwa kau akan berada di luar kota selama tig

