Happiness Is Not In Money But In Shopping

1048 Kata
Jae Hwan masuk ke ruangannya setelah Ara duduk tanpa keduanya berbicara lagi, ada perasaan bersalah dalam diri pria itu karena percakapan tadi meskipun seharusnya ia sudah siap dengan pembahasan macam tersebut, sementara Kang Sol belum kembali gadis itu memutuskan memeriksa beberapa file yang ada di meja sebelum menyerahkannya pada Jae Hwan, ia juga mengecek jadwal atasannya tersebut yang sudah di tulis Kang Sol. Ara menggeleng, ia terkejut mengetahui pria itu sangat sibuk hari ini dan masih meluangkan waktunya untuk makan siang dengan Ara. Tidak lama Kang Sol datang bersama Calvin, pria itu hanya mengantarnya dan kemudian berpisah di pintu lif, wajah Kang Sol terlihat sangat pendiam saat bersama Calvin yang tidak biasanya seperti itu, Ara terkejut sepertinya hubungan keduanya berjalan lancar. Kang Sol yang melihat Ara langsung tersenyum kaku, ia seperti ketahuan melakukan hal memalukan meski sebenarnya bagi Ara tidak begitu. "Yaaa, Sol-ah kau membuat kemajuan besar, eung!" seru gadis itu senang sementara Kang Sol masih saja tersenyum kaku sambil kembali ke tempat duduknya. Entahlah apa hal itu bisa di sebut kemajuan baginya. "Ahh ... itu bukan apa-apa!" "Bagaimana mungkin, aku bahkan tidak menemanimu dan kau sudah bisa pergi berdua saja." Ara terus saja menggoda Kang Sol. "Ahh, sebenarnya ia datang untuk mengajakmu juga, tapi karena kau tidak ada aku hanya pergi berdua dengannya." Jelas Kang Sol. "Yaaa, coba pikirkan baik-baik sepertinya kau memang di takdirkan pergi bersamanya." Selagi percakapan keduanya berlanjut ponsel milik Kang Sol berbunyi sebuah pesan masuk yang membuat wajahnya langsung memerah, Ara yang penasaran langsung mengintip isi chat tersebut dari samping dan lagi-lagi menggoda Kang Sol. "Daebak," Kang Sol masih terpaku dengan layar ponselnya sementara gadis di sampingnya langsung merebut benda tipis tersebut. "Yaa ... Yaa ... Yaa ... Kang Sol-ah, Calvin mengajakmu pergi kencan besok?? Wahh pria itu benar-benar tidak melewatkan apapun." "Bagaimana ini?" "Apanya yang bagaimana tentu saja kau harus membalas, ten-tu sa-ja a-ku ma-u. seperti ini!" Ara mengembalikan ponsel Kang Sol setelah chat tersebut berhasil ia kirimkan, seniornya itu bahkan belum sadar ketika Ara memberikan ponselnya dan diterima dengan mudah oleh Kang Sol. "Ahh, kenapa jadi aku yang bersemangat." Ujar Ara. Kang Sol mulai kembali kesadarannya, cukup lama untuk ukuran seseorang dengan IQ yang mampu mengalahkan pesaingnya dulu saat interview untuk perusahaan ini. Ia melihat ponselnya yang kembali bergetar. "Yaa, Ara ssi kau membalas pesannya?" Kang Sol sedikit histeris di tambah dengan tingkah Ara yang tetap saja tersenyum. "Apa dia membalas lagi?" "Aku ... aku tidak pernah berkencan, bagaimana mungkin hal seperti ini bisa terjadi!" "Keokjeong hajima (jangan khawatir) Sol-ah aku akan membantumu sedikit!" "Ahh bagaimana kau akan membantuku melihat hubunganmu saja tidak berjalan dengan baik." Jawaban Kang Sol di acuhkan Ara gadis itu tetap saja tampak antusias setelah merasa berhasil menjadi cupid. Sore harinya saat jam kerja keduanya usai Ara menarik tangan Kang Sol untuk ikut dengannya sebelum Jae Hwan keluar dari ruangan dan mengacaukan semua rencananya. "Kau pasti tidak punya pakaian untuk kencan. aku akan memilihkan untukmu beberapa yang cocok." Keduanya berhasil masuk ke lif tanpa bertemu Jae Hwan. "Ahh gwenchanha (tidak apa-apa), aku punya banyak pakaian." Kang Sol mengibaskan kedua telapa tangannya tanda penolakkan. "Maksudmu semua setelan formal yang biasa kau gunakan? Maldo andwe (tidak mungkin)," "Ini adalah kencan pertamamu dan kau harus membuatnya terpesona, meskipun aku yakin Calvin sudah jatuh cinta padamu." Kang Sol putus asa ia tidak bisa menolak ajakan Ara, terlebih lift mulai penuh dan ia tidak ingin mempermalukan dirinya dengan membahas hal itu di depan banyak orang. Keduanya sampai di shopping mall terbesar di Korea setelah pergi terburu-buru dengan taksi, setiap lantai di penuhi dengan banyak brand ternama Ara sendiri di buat bingung mau membawa Kang Sol ke bagian mana. semua toko hanya di beri batas kaca tebal sehingga bagian dalam pakaian yang tergantung di sana dapat mereka lirik dengan mudah. "Sol-ah kau suka brand apa?" tanya Ara sambil keduanya berjalan melihat sekeliling. "Ahh aku belum pernah berbelanja seperti ini." "Jinjja (benarkah)?" "Eung, dulu saat pulang sekolah beberapa temanku akan bermain dan pergi belanja tapi aku seseorang yang agak sulit bergaul sehingga tidak pernah ada yang mengajakku melakukannya." Wanita itu tampak sedikit murung ketika menjelaskan masa lalunya. Ara kemudian menghentikan langkahnya dan menatap wanita yang sudah ia anggap seperti kakak perempuan itu dengan hangat. "Kau tahu, orang tuaku tidak tinggal bersama jadi satu-satunya cara agar aku merasa lebih baik adalah pergi jalan-jalan, akan sangat memuakkan melihat mereka bertengkar ketika bertemu." "Ahh jeongmal mianhae Ara-ya." Kang Sol menggenggam tangan mungil gadis itu dengan wajah bersalah. "Eyyy ... aku baik-baik saja lagi pula pergi jalan-jalan ke tempat seperti ini selalu menyenangkan." Keduanya memutuskan masuk ke sebuah toko yang memajang mini dress dengan motif flower berwarna pastel di Mannequin bagian depan, Ara dan Kang Sol sepakat mini dress itu tampak sempurna. Selera keduanya mungkin sama. Dan benar saja ketika Kang Sol keluar dari fitting room Ia tampak begitu cantik, pakaian itu memiliki potongan sederhana dengan lengan panjang dan aksen renda di bagian depan. Tidak perlu waktu lama juga sampai keduanya menemukan Stiletto berwarna senada di toko lainnya. Kang Sol menikmati kegiatan belanjanya, hingga melupakan kepanikannya tadi karena tujuannya berbelanja adalah untuk kencan, ia juga membeli beberapa pakaian lain yang kini paper bag sudah memenuhi kedua tangannya. Pun Ara, gadis itu tidak akan melewatkan kesempatan ini begitu saja. "Ahh kakiku pegal," "Tapi aku senang kita mendapatkan pakaian yg cocok untukmu." Ucap Ara ketika keduanya duduk di sebuah restauran Itali untuk makan malam sambil memijat kakinya sebentar menghindari rasa sakitnya itu "Yahh, dan aku menghabiskan hampir semua tabunganku." Kang Sol tersenyum miris. "Yaa, untuk apa kau menumpuk uang. Kau harus membeli semua yang kau mau. Begitulah hidup!" ucap Ara dengan gaya menasehati yang malah membuat Kang Sol tertawa. "Wahh tawamu benar-benar menular Ara-ya." "Gomawo Ara-ya, aku senang bisa pergi denganmu rasanya seperti memiliki adik perempuan yang cerewet." Keduanya tertawa dengan lepas. Pelayan mengantarkan dua porsi pasta yang berbeda, Ara memilih aglio olio yang rasanya sederhana hanya wangi dari garlic dan olive oil yang dominan sedangkan Kang Sol memilih Carbonara yang lebih creamy dengan rasa keju yang mendominasi di tambah potongan daging asap. Kedua gadis itu menikmati makanannya sambil bercerita hal kecil, sesekali diselingi tawa dan beberapa juga tampak menarik sebab keduanya memiliki kultur yang berbeda. Sampai akhirnya Kang Sol sadar karena apa ia ada disini saat pertanyaan Ara seakan menamparnya "Jadi kau dan Calvin akan pergi kencan kemana besok?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN