Keputusan (2)

1466 Kata

Maxel menghela nafas dalam, lalu dengan lantang dia berkata, "Pergi! Aku nggak mau lagi lihat kalian ada di rumah ini!" Mendengar bentakan Maxel, Mika mulai terisak kemudian tak lama tangisnya pecah bersamaan dengan tangis Devasya. Dia sama sekali tidak menyangka suami yang menjadi sandarannya itu kembali mendorongnya pergi. Dini pun sama, dia langsung terduduk lemas. Jadi ini keputusanmu, Maxel? Kamu akan melepaskan mereka? batin Dini nelangsa. Bagaimana mama bisa mendukungmu, Nak? Mama nggak tega. Devasya yang sebelumnya pernah terluka tentu saja kali ini merasa kecewa, Maxelnya, yang beberapa waktu lalu terlihat manis dan sempurna, kini mulai menampakkan wujud aslinya. Devasya tidak ingin lagi dipermainkan rasa. "Oke! Kami pergi! Kamu! Jangan beranjak sedikit pun dari tempat kamu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN