Duka Luka

1532 Kata

Terbangun di sebuah padang pasir yang tandus, gersang, dan seperti tidak ada kehidupan sama sekali, membuat Maxel terus memicingkan pandangan. Asing, dan entah kenapa hatinya terasa begitu sedih. Dari kejauhan samar-samar Maxel bisa melihat sosok Devasya yang sedang sibuk menggandeng tangan anak kecil di kedua sisi kiri kanannya. "Baby!" teriak Maxel sekuat tenaga. Berusaha memanggil Devasya yang berjalan di depan seperti cepat-cepat ingin mendahuluinya. "Baby!" teriak Maxel lagi. "Mika dan Miko sekarang sudah bisa jalan?" tanyanya dengan perasaan bahagia. Tapi, semakin lama … Devasya semakin menjauh dan bahkan tidak menghiraukan panggilan Maxel, dia terus saja berjalan. Sampai pada sebuah kilatan cahaya yang begitu terang dan menyilaukan mata, seolah menyambar tubuh ketiganya dan … h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN