Putus Asa?

1893 Kata

Tapi … aku lega karena ternyata kamu setegar karang, aku lega karena kamu tak terpatahkan. Keadaan kita mungkin sudah berubah, tapi percayalah ... cintaku nggak pernah berubah. Ini bukan sekedar gombalan semata, ini nyata dari lubuk hatiku yang paling dalam, yang mungkin sudah tidak ingin lagi kamu selami. Kalimat panjang nan dramatis itu hanya bisa Maxel ungkapkan dalam benaknya, bersama dengan tetesan air hujan yang mulai turun untuk memeluk bumi. Sekembalinya Devasya masuk ke rumah, Eka segera mengambil alih gendongan Mika. Tampaknya gadis kecil itu mulai mengantuk, dia terlihat mengucek-ngucek matanya. "Sya, kamu baik-baik aja?" tanya Eka yang melihat Devasya hanya mematung, diam, bergeming di balik pintu. Kantong sampah yang tadi dia bawa tadi entah sekarang berada di mana. Setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN