Akhir?

2190 Kata

Devasya masih menggigil ketakutan, dia tidak bisa membayangkan jika seandainya penculikan itu benar-benar terjadi dan dia harus kehilangan Mika dan Miko. Mungkin Devasya tidak akan bisa lagi bertahan. Eka semakin mengeratkan pelukan. "Sudah… tenang, Dek. Kita semua udah aman." Sudah sejak lama Eka tidak lagi memanggil Devasya dengan panggilan 'Adek' , nyatanya panggilan itu memang ampuh untuk menenangkan Devasya saat ini. "Aya yang sebenarnya terjadi, Mbak?" tanya Devasya setelah sedikit lebih tenang. Eka menyodorkan segelas air putih beserta sedotan pada Devasya. "Kamu minum dulu airnya sedikit, biar lebih tenang. Kita tunggu Nendra buat lebih jelasnya, ya." Devasya mengangguk, dia menurut dan menyesap sedikit air yang terasa berkali lipat lebih segar di tenggorokannya. "Lebih baik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN