"Kurang ajar! Aku nggak akan maafin dia. Dasar pengkhianat!" umpat Nendra dari balik sambungan telepon. "Sayang, tenang dulu. Kamu jangan emosi pokoknya. Aku nggak mau kamu tiba-tiba datengin Sandy terus ngajak gelut." Sebenarnya Nendra sedang emosi tingkat tinggi, tapi mendengar Eka yang menyebut kata 'gelut' dia jadi menyeringai karena lucu. "Astaga, kamu kira aku bakalan berantem?" Nendra mengulum senyum. "Ya, biasanya 'kan kayak di TV-TV itu mereka ngelabrak terus berantem, pukul-pukulan. Serem pokoknya." Eka diam. "Jangan, ya …" pintanya lirih. Ada yang menghangat di hati Nendra, jika dulu dia bisa nekat melakukan apa pun karena tidak ada yang peduli, bahkan Bella sekalipun, tapi … sekarang ada Eka yang mengkhawatirkannya. Sebenarnya Bella bukan tidak peduli, tapi karena Nendr

