Penyesalan Terdalam

1672 Kata

Devasya terkejut saat mendapati mama Dini bersama si kembar dan Nenek Ina berada di depan pintu rumah Eka, mereka seolah sedang menyambut kedatangannya. Dini tersenyum hangat seperti biasanya, senyum dan wajah teduh yang selama beberapa bulan ini sudah tidak Devasya lihat lagi. Sebenarnya Devasya sangat merindukan mama Dini, hanya saja egonya menolak untuk segera berlari memeluk mertua tersayangnya itu. "Mama? Mama ngapain disini?" tanya Devasya saat sudah berada di dekat mereka. "Maafin mama ya, Nak. Maafin mama Sayang." Dini segera mendekat dan memeluk erat Devasya. Seolah dia tidak ingin jauh lagi dengan menantunya itu. Dini merasakan betul jika tubuh Devasya sedikit ringkih dan mengalami penurunan berat badan. Devasya sendiri kaku di tempatnya, ragu untuk membalas pelukan hanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN