Kejam yang Sesungguhnya

1834 Kata

Kecewa paling menyakitkan adalah ketika harapan terlalu berlebihan. "Buat dia menyesal karena telah merebut milikku!" Kemudian gelak tawa terdengar nyaring memenuhi telinga pria itu. Nyatanya, musuh Maxel yang sesungguhnya tidak hanya ada satu. Dia bahkan tidak pernah terendus sekalipun tindakannya sudah diluar batas wajar. Mata pria yang berada di dalam mobil hitam itu terus mengawasi dari kejauhan, seolah menunggu mangsa untuk dia terkam. Flashback On Hari itu begitu gelap oleh mendung, padahal waktu masih menunjukkan pukul empat sore. Seorang gadis sedang menunggu seseorang di pelataran parkir sebuah mall. "Ish! Maxel selalu terlambat." Kemudian jari-jari lentik gadis itu menekan-nekan ponselnya, menghubungi seseorang, yang tak lain adalah kekasihnya yang dia sebut tadi, Maxel.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN