Garen terpaksa menyuruh Hera dan Viona pulang untuk beberapa hari selama Sherina menginap di sana. Ia tidak ingin menambah masalah dengan kehadiran Sherina di sana. Tentu saja Hera tidak mau, ia merasa sebagai istri pertama berhak untuk turut andil atas masalah Sherina. "Walau bagaimanapun aku juga Kakak Iparnya Ren! Sudah sepantasnya aku turut memberi dia didikan yang bermanfaat." Garen merasa frustasi dengan sikap Hera. Perhitungannya akan masalah tinggal berbalik dari ekspektasi. Alih-alih Hera mengajak mereka tinggal di rumahnya malah dia yang datang ke rumah Garen dengan membawa serta Viona. Kini Garen hanya bisa pasrah mengemudi seraya memikirkan cara untuk membuat kondisi rumah tetap kondusif. Sherina terperangah melihat penampakan rumah Garen. Ia tak menyangka rumah kakaknya

