Hingga pada akhirnya dokter yang memeriksa Maikal Pun keluar dari dalam kamar sambil membawa beberapa alat yang dibawanya tadi. Abel yang melihat pun sontak langsung menghampirinya dengan cepat. "Dia kenapa, Dok?" Tanya nya dengan raut wajah khawatirnya. "Dia terkena pukulan yang sangat kuat di perutnya lebih tepatnya di bagian lambungnya, tapi untungnya hantaman itu tidak terlalu dalam sehingga tidak menimbulkan luka yang sangat fatal bagi pasien," Jelas sang Dokter. "Tuan muda, saya sudah selesai memeriksa teman anda. Saya mau izin pamit pulang, permisi." Ucap dokter itu berpamitan. "Silahkan, terima kasih." Ucap Jhordan yang langsung mendapat anggukan dari dokter Hans. "Sama-sama, Tuan." Sahut Dokter Hans kemudian berlalu pergi keluar rumah Maikal. Abel yang tidak sabar pu

