Abel benar-benar terkejut dan tidak habis pikir, mengapa Maikal bisa seperti itu. Bukankah ketika pulang dari rumahnya pun Maikal terlihat sangat biasa-biasa saja, lalu mengapa sekarang Arka dan Aji menemukannya dengan keadaan pingsan. "Yang bener lo, Van?" Tanya Abel yang masih tidak percaya. Vanka menghela nafasnya berat kemudian kembali membalikkan badannya ke depan. "Kita liat aja nanti gimana disana, Bel. Berharap gak ada sesuatu yang lebih dari dugaan kita." Ucap Vanka. Abel kemudian memilih untuk diam sambil terus berdoa dalam hatinya agar Maikal baik-baik saja, meskipun Abel belum percaya dan tahu pasti dengan apa yang dikatakan Vanka baru saja kepadanya. Abel menyandarkan tubuhnya ke belakang bangku mobil kemudian melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Pandangannya

