Jhordan memutar bola matanya malas, jika bisa bicara baik-baik mengapa bundanya harus merebut begitu saja. Dengan terpaksa Jhordan mengalah kepada Chika, karena bagaimanapun dia tetap lah bundanya meskipun terkadang menyebalkan. "Bagaimana keadaannya sekarang, sayang?" tanya Chika sambil terus mengelus puncak kepala Vanka. Vanka tersenyum mendengar apa yang dikatakan Chika kepadanya. Sebuah perhatian kecil itu cukup membuat Vanka merasa sangat senang. "Bun, Jhordan aja belum panggil Vanka sayang. Kok bunda udah ngeduluin," komentar Jhordan sambil mengerucutkan bibirnya tidak terima. "Suka-suka, Bunda dong," Sahut Chika yang juga tidak ingin terkalahkan oleh Jhordan. Jhordan berjalan pindah ke arah samping kiri Vanka, disana tempat tidurnya terlihat sangat luas dibandingkan denga

