3. William Robert Hill

1767 Kata
William Robert Hill itu lah namaku. Aku di besarkan oleh ayahku yang kejam. Sejak kecil aku di latih dan di didik sangat keras. Aku tahu kenapa ayah seperti ini kepadaku!Karena ayah ingin aku mewariskan semua yang ayah miliki kepadaku. ***** ***** ***** ***** ***** Hari ini aku ada misi khusus yang mengharuskan ku segera pergi ke Kota Paris. Di pesawat aku berusaha untuk tenang agar tidak ada orang yang mengenaliku. Bisa saja saat ini nyawaku terancam. Saat aku asyik dengan pikiran ku sendiri,tiba-tiba seorang wanita yang duduk di sebelah ku mencengkram tanganku dengan kuat. Aku terkejut dan ku lihat raut wajahnya sangat ketakutan. "Apakah kau sangat takut?" tanyaku kepadanya. "Maafkan aku. Aku.. A-aku tidak bermaksud.." ucapnya sambil menunduk minta maaf. "Tidak apa-apa, saya mengerti" balas ku tersenyum. "Terimakasih dan sekali lagi saya minta maaf." jawabnya sambil memasang tampang merasa bersalah. Aku berpikir "wanita ini sangat unik kalau dia takut naik pesawat.Kenapa harus pergi menggunakan pesawat?"ucapku dalam hati sambil sedikit tersenyum. ***** ***** ****** ***** ****** Akhirnya aku sudah sampai di Paris. Tujuan pertama ku adalah ke Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière. Aku harus bertemu dengannya di sana agar urusanku cepat selesai. Beberapa jam kemudian akhirnya aku sampai di Rumah sakit ini. Aku langsung menunggunya di ruang tunggu. Sambil melihat lihat keadaan tidak sengaja aku bertemu lagi dengan wanita unik ini. Dia menatap ku tanpa berkedip sekalipun "Kenapa dia? Apakah aku harus menyapa ya?" batinku. Baiklah ku putuskan aku menghampirinya agar tidak canggung. "Hai, kita ketemu lagi." sapaku seramah mungkin. "Oh.. Ia.. Ia, senang bertemu lagi!" ucapnya tersadar dari lamunannya. "Sedang apa anda disini?" Ujarku bertanya. "Aku sedang menemani temanku.Dia Rose temanku." tunjuknya sambil memperkenalkan temannya ke padaku. "Hai,Aku Rose teman Ev." Salamnya dengan ramah. "Oh, jadi nama anda Ev, Namaku Robert" Ucapku berkenalan dengan mereka. "Maafkan aku.Aku lupa memperkenalkan diriku.Namaku Evelyn di panggil Eve"Ucapnya malu-malu. "Haha.. Tidak apa-apa Ev" Jawabku sambil tertawa. "Baiklah, kalau begitu kami pulang duluan Robert" Pamit mereka ke padaku. "Oke, Hati-hati di jalan." Balas ku kepada mereka. Tidak ku sangka akan bertemu lagi dengannya.Ini tidak lah buruk bagiku. Baru kali ini aku menemukan wanita seperti dia. Tiba-tiba saja pundakku di tepuk oleh seseorang. Aku pun langsung menoleh, ternyata dia sudah datang tanpa ku sadari.Dia sangat rapi sekali memakai Jas putih Ala kebanggaannya. "Wah, tidak ku sangka adikku akan datang menemuiku di Paris! " ejeknya ke padaku. "Bagaimana kabarmu kak?" ucapku "Tentu saja aku sangat baik. Apa ini ada kaitannya dengan orang itu? Sehingga kau jauh-jauh datang kesini?" ucapnya dengan tepat sekali. "Kau benar sekali kak! Bisa kah aku berbicara sebentar denganmu kak?" tanyaku dengan santai kepadanya. "Oke.Ayo ke ruangan ku. Kalau berbicara disini banyak mata yang melihat" ucapnya dengan sinis. "Baiklah" Aku pun langsung mengikutinya. Sesampainya di ruangan. Aku langsung duduk di Sofa dan kak langsung memberi ku sebuah kopi. Yah, dia masih ingat kebiasaan adiknya ini. "Terimakasih kak." lirih ku, sambil menyesap kopi yang ku nikmati. "Baiklah.Pertanyaan apa yang ingin kau tanyakan adikku?" tanya ya. "Apakah orang ini masih berkeliaran di sekitar sini?" tanyaku sambil menyodorkan selembar foto ke padanya. "Wanita ini masih bekerja di Paris dan sekarang kakaknya pun masih di sini tapi bedanya sekarang mereka berdua mendirikan perusahaan Fashion selama 5 tahun terakhir! " jelasnya kepadaku. "Hah! Aku bisa frustasi kalau begini kak! Kau tahu, ayah selalu saja menyuruh ku untuk menyelesaikan ini!" ucapku geram. "Aku sudah menduganya.Aku yakin pak tua ini dan pak tua yang di sana, Sama-sama terlibat." jawabnya sambil berpikir "Jadi aku harus apa kak? Harus kah aku melaksanakan perintahnya!" ungkap ku dengan kesal. "Mau tidak mau. Maka dari itu aku selalu menolak warisan darinya. Aku tidak mau bekerja sepertinya! Aku senang dengan pekerjaanku sebagai Dokter dan Pemilik Toko Desainer Busana di kota ini. Walaupun aku harus menentangnya dan tidak pernah bertemu dengannya lagi." ucapnya lirih di akhir kalimat. Aku tahu kakak selalu terluka karena ayah tapi bagaimana pun kakak selalu hebat di mataku. "Tidak apa-apa kak. Aku rela berkorban demi kak. Maafkan aku" ucapku menunduk "Haha sudahlah adikku. Aku tahu kamu tidak bermaksud begitu.Aku senang kau datang kesini,setidaknya kamu tidak melupakanku." ungkapya dengan tulus. "Oh iya kak.Bisa kah sementara kak mencarikan ku sebuah penginapan yang sederhana di kota ini?" tanyaku "Tidak usah.Kamu sementara tinggalah di apartemen ku." "Tidak bisa kak. Nanti aku mempersulit mu" ucapku khawatir. "Tidak.Pokoknya kamu harus tinggal di apartemenku!" jawabnya tegas. Aku hanya dapat mengalah.kakak adalah orang yang sangat keras kepala. Aku tahu dia sangat peduli denganku tapi aku tidak dapat membahayakan nyawa ya. Sedangkan nyawaku saja setiap detik, menit dan jam selalu terancam. Kakak langsung menyerahkan kunci apartemennya ke padaku dan menyuruh ku untuk pulang dan beristirahat disana. **** ****** ****** ******* ****** Sesampainya di apartemen kakak, aku langsung beristirahat di kamar dan mengeluarkan semua barang yang ku bawa.Aku membuka laptopku dan melacak orang-orang yang harus ku incar. "Drrrrtt.. Drrrttt" handphone ku bergetar. Aku langsung mengangkatnya. "Iya, ada apa?" tanyaku tenang ......... "Oke, baiklah.Aku akan segera memeriksanya!" jawabku. Aku langsung menutup handphone ku.Aku melanjutkan lagi mengutak atik laptopku untuk mencari sesuatu yang sangat fantastik. Akhirnya beberapa menit kemudian,aku menemukannya. Wanita ini akan mengadakan Peragaan Busana Fashion Show Paris, sekitar 2 minggu lagi. "Kamu tidak bisa kabur,Angel.Sekian lama aku menunggu waktu akhirnya aku menemukan mu. Tunggu pembalasan ku!Aku yakin kamu tidak akan mengenaliku Angel dan Rodrigo.Aku akan menghancurkan keluarga kalian seperti kalian yang menghilangkan "mom" dari hidupku untuk Selama-lamanya"(dengan sorot mata menahan amarah). ******* ******** ******* ******** Keesokannya aku menghubungi Rodrigo karena kemarin malam aku sudah duluan menghubunginya sebagai rekan bisnis.Sambil mencoba membaca situasi di sekitar. Aku mencoba menyamar sebagai rekan bisnis yang mau investasi di perusahaannya.Aku mengatur janji di restoran Le Taillevent untuk pertemuan ini dengan Rodrigo. Beberapa menit Rodrigo datang bersama asistennya. Dia tersenyum menghampiriku. Aku sangat yakin dia tidak mengenaliku. Ini sedikit mudah untukku. "Hallo, maafkan aku Mr. Robert karena datang terlambat" ucapnya dengan sopan sambil duduk di kursinya. "Tidak apa-apa Mr. Rodrigo.Saya baru saja datang." jawabku "Sebagai permintaan maaf saya,biar saya yang teraktir wine yang sangat berkualitas di restoran ini." ungkapnya dengan semangat. "Oke, aku setuju dengan itu. Haha" tawaku sedikit renyah. "Baiklah sambil menunggu wine ya siap di sajikan. Bagaimana kalau kita membahas persyaratan apa saja yang ingin anda minta untuk bertransaksi ini tuan?" tanya ya. "Tidak sulit syarat yang ku ajukan Mr. Rodrigo. Aku hanya ingin ke untungan sekitar 50% dari hasil investasi saham ku. Bagaimana?" tanyaku. Aku yakin pasti dia menerimanya karena dari segi mana pun tidak membuatnya rugi. "Apakah hanya itu saja syaratnya Mr. Robert?" ucapnya sedikit tidak percaya. "Oh ada 1 hal. Bisa kah saya langsung turun ke Peragaan Busana Fashion Show yang perusahaan anda laksanakan?" "Tentu saja tidak masalah Mr.Robert" jawabnya dengan antusias. "Ternyata sangat mudah untuk mengelabui Rodrigo." (pikirku) Tidak lama setelah perbincangan kami. Wine yang di pesan Rodrigo datang beserta hidangan ringan yang ku pesan. Kami pun makan dan sesekali berbicara dengan santai dan terkadang menjalar ke bisnis Fashion ya. Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, Rodrigo dan asistennya segera berpamitan untuk pulang duluan karena ada jadwal rapat selanjutnya yang dia adakan di perusahaannya. ******* ******* ******** ******** Tidak terasa hari sudah malam.Aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja. "Huh... " aku menghela nafas dengan lega. Sambil mengendarai mobil dengan santai.Aku memutuskan untuk ke Pantai Plage de l'Escalet. Bisa saja dengan melihat lautan pikiranku dan beban yang ku tampung akan berkurang untuk sementara. Aku pun sampai di pantai. Sungguh pemandangan yang sangat indah menurut ku. Aku pun berjalan jalan di sekitar pantai. Suasana yang sangat sejuk di tambah langit malam kota Paris yang sangat mendukung. Saat asyik berjalan sendiri tidak sengaja aku melihat seseorang yang mirip dengan Evelyn. "Apa dia Ev?Akan ku coba menghampirinya" gumamku sendiri. "Hai Ev?" sapaku yang membuat dirinya kaget. "Ya Tuhan, aku pikir siapa!" jeritnya kaget. Aku pun tertawa melihat ekspresi wajahnya Eve. "Haha, kau sangat lucu Ev. Maafkan atas ketidak sopanan ku." ungkap ku berangsut duduk di sampingku. "Iya, tidak apa-apa Robert." senyumnya,sambil melihat hamparan laut yang luas. "Apa yang kau lakukan disini Ev?Apa kau tidak ke dinginan?" ucapku khawatir, sambil melepas jaket yang ku kenakan dan memasangkannya di pundaknya. "Oh tidak apa-apa Robert. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku" "Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi loh?" ucapku penuh tanya. Aku berpikir untuk apa Eve sendirian di sini. "Aku kesini karena aku ingin menghabiskan waktuku bersantai karena mulai besok sampai 1 minggu ke depan aku akan sangat sibuk." ucapnya dengan jelas ke padaku. "Wow, aku takjub denganmu Ev!kamu wanita karir pekerja keras!" ujarku terpukau karena selama ini wanita duluan yang mengampiriku dan selalu menunjukkan rasa simpati dan rayuan yang sangat memuakan bagiku. "Apakah kamu mengejekku?" ucapnya sedikit manyun. Aku selalu terheran-heran dengan pola pikir wanita ini. "Haha tidak seperti itu Ev. Aku memang takjub melihat mu yang seperti ini. Jujur kamu termasuk tipe ku!" lirihku spontan di akhir kalimat. "Apa? Aku tidak dengar yang kau ucapkan terakhir tadi?" tanya ya yang tidak dengar karena desiran air laut. Aku pun kaget dengan perkataan ku yang keluar begitu saja. Cepat cepat aku mengalihkan obrolan kami. "Haha tidak. Apakah kamu kesini untuk bekerja?" tanya ku. "Iya, Robert. Aku di suruh Direktur ku untuk mengikuti peragaan busana Fashion show di kota Paris. Bagaimana denganmu,secara kebutalan kita selalu bertemu Robert?" tanya yapenuh heran. Gawat!!aku bertemu lagi dengannya. Sebisa mungkin aku harus menyembunyikan identitas asli ku, agar Eve tetap aman. "Aku disini karena ada satu hal yang harus ku urus Ev.Mungkin kebetulan itu adalah pertanda Ev!" ucapnya dengan tenang. Eve menatapku dengan serius. Apa lagi yang ada di pikirannya sekarang? Aku pun mencoba membunyarkan lamunannya. "Ada apa Ev?" tanya ku. "Oh, tidak apa-apa Robert. Haha" ucapnya sambil menggaruk kepalanya. Oh tidak Eve, jangan lakukan hal itu di depan ku.Sekarang aku jadi terpesona olehnya. Tanpa pikir panjang aku ingin mengajaknya jalan besok. "Oh iya, Ev. Apakah besok aku bisa mengajakmu jalan-jalan?" ajakku kepadanya. "Oke, tapi tunggu aku selesai dengan kerjaanku. Bagaimana?" "Baiklah, kalau begitu aku minta nomor telpon mu biar aku bisa menghubungi mu Ev" "Baiklah Robert.. " Entah kenapa aku merasa nyaman berbicara dengan Ev.Saking ke asyikan mengobrol,tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.30. Eve pun memutuskan untuk pamit pulang karena sudah sangat larut malam aku pun menawari tumpangan kepadanya.Aku tidak mungkin membiarkan seorang wanita pulang sendirian larut malam begini. Di dalam mobil kami banyak diam terkadang berbicara seperlunya saja. Mungkin Eve sangat lelah hari ini dengan jadwal pekerjaannya. Beberapa jam kemudian kami sampai di apartemen Rose. "Terimakasih Robert atas tumpangannya." ucapnya tersenyum "Sama-sama Ev, selamat malam dan jangan lupa mimpi indah. " jawabku lembut. Dia pun mengangguk dan langsung masuk ke apartemennya. Aku terdiam di mobil untuk beberapa saat. "Oh Tuhan, kenapa aku seperti ini? Aku tidak boleh jatuh cinta dengannya!Huh.." gumamku sendiri.Sebaiknya aku harus segera pulang dari sini kalau tidak pikiranku semakin kacau gara-gara Eve.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN