“Rey...” pria itu berdiri melihat Rey dan Cind menghampirinya. “Apa kabar?” kata Rey santai seraya tersenyum kecil. “Ba-baik.” Jawabnya kikuk. “Boleh kami duduk di sini?” “Bo-boleh.” Pria itu masih kikuk. Ada ketakutan di wajahnya. Cind duduk dengan mata terus menatap Bryan. Bryan menatap sekilas pada Cind. Matanya seakan mencerminkan perasaannya. Takut, rasa bersalah dan panik. Bryan membenarkan letak topi kupluknya yang sebenarnya baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan topinya. Yang bermasalah adalah dirinya sendiri. “Kauingin bertemu Noah, kan?” tanya Rey masih santai. Bryan tersenyum kecil. Senyum yang dipaksakan. Senyum yang tidak disukai Cind. “Dari mana kau tahu, Rey?” Bryan menarik napas seolah mencoba menetralisir ketakutannya. Andai saja dia punya kekuatan seperti spider

