Para anak buah Alice menyerang dengan sangat beringas. Sabetan demi sabetan mampu meruntuhkan kapak es yang telah dibuat Ice Able. Sedikit demi sedikit kapak menjadi rusak hingga tangan yang memiliki simbol pembeku tersebut hilang satu. Kini Ice Able telah tertawan. Tangan kanan dibuka hingga simbol terlihat. Kedua sayap Alice membuka lebar. Beberapa kali sayap berpisau menyabet kaki Ice Able. Gaun yang dikenakan menjadi koyak hingga kedua kaki Ice Able terpisah dari tubuh. Dia pun tak bisa lagi berdiri. Ujung pisau merusak simbol yang ada di telapak tangan tersebut. "Kau pilih menyerah atau mati," ancam Alice. "Setidaknya aku bisa menikah sebelum nyawaku melayang. Tolong ampuni aku," katanya sambil menangis. Tak berselang lama muncul Savrata dengan membawa kepala Agnasa yang telah terp

