Gwen kembali memutar badan lalu melangkah mendekati sel seraya tersenyum lebar. "Bagus, pokoknya kamu gak usah khawatir anakku yang paling ganteng sejagad raya, Ibumu yang cantik ini akan membereskan masalah kamu," ucapnya. "Kamu cukup bersabar, tunggu sampai Bunda dateng jemput kamu lagi, oke?" Gwen mengedipkan satu matanya dengan genit. Damar tersenyum menyeringai. "Dih, so imut banget sih," decaknya. "Sttt!" seru Gwen sebelum akhirnya berbalik dan hendak melangkah. "Tunggu, Gwen," pinta Damar, tapi ia segera meralat ucapannya. "Sorry, maksud gue, Bu-nda ... bukan Gwen." Gwen kembali memutar badan. "Apa lagi, anakku?" tanya Gwen dengan dingin. "Apa Daddy gak ikut ke sini?" "Ada, dia di luar. Daddy kau itu marah karena kau ganggu malam pertama kita!" ketus Gwen lalu melanjutkan lang

