Gwen mengerutkan kening seraya berdiri tegak dengan terkejut. "Ka-kamu gak ingat siapa kamu, Nak?" tanyanya. Gadis itu menggelengkan kepala dengan wajah datar. Gwen menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya sendiri. "Ya Tuhan," decaknya. Jika anak itu tidak mengingat apapun, bagaimana cara mereka menghubungi keluarganya? Hati Gwen terhenyak, membayangkan bagaimana khawatirnya keluarga anak itu karena putri mereka belum pulang hingga saat ini. Terlebih, anak itu baru saja mengalami kecelakaan. Gwen memejamkan mata sejenak lalu kembali mendekatkan wajahnya di depan wajah anak itu. "Kamu tunggu di sini, ya. Tante mau keluar dulu. Dokter bilang, keadaan kamu udah baik-baik aja, bentar lagi kamu bakalan dipindahin ke ruang rawat inap." Anak itu kembali mengangguk dengan wajah datar da

