"What? Se-sejak kapan kamu manggil Gwen dengan sebutan Bunda?" tanya Kenzo dengan terkejut. Rasanya benar-benar senang Damar memanggil istrinya dengan sebutan Bunda. Damar menggaruk kepalanya sendiri seraya tersenyum cengengesan. "Jangan nanya sejak kapan, Dad. Aku sendiri geli ngucapinnya," jawabnya dengan wajah memerah menahan rasa malu. Kenzo merangkul pundak Damar lalu berjalan bersamanya menuju parkiran. "Gak usah malu, Damar. Emang udah sepatutnya kamu manggil istri Daddy dengan sebutan Bunda. Dia 'kan Ibu kamu juga. Ibu sambung." Damar tersenyum sinis. "Ya, ya, ya, terserah Daddy aja deh," ucapnya. "O iya, ngomong-ngomong, gimana keadaan korban kecelakaan itu, Dad? Apa dia ma-ti?" tanyanya seraya menghentikan langkahnya dengan rasa penasaran. "Kita bicara sambil jalan, Daddy bak

