"Udah nangisnya?" tanya Rafael sambil tetap fokus mengendarai mobilnya. Raline mengusap air matanya yang tersisa menggunakan selembar tissue. Matanya masih memerah, tapi suara isakan sudah tak keluar dari bibirnya. Raline memang telah menghabiskan satu jam untuk menangisi Miko, pria tak berhati nurani itu. "Udah," jawab Raline sambil membuang tissue ke dalam tempat sampah yang ada di dekat kakinya. "Jadi lo putus sama cowok b******k itu?" Rafael melirik dengan sebelah alis terangkat. Raline memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil. Ia enggan menjawab rasa penasaran Rafael itu. Hatinya masih terasa sakit untuk mengungkapkan fakta bahwa hubungannya telah berakhir dengan Miko. Bibirnya masih berat untuk mengakui jika pria itu benar-benar telah mencampakannya. "Baguslah... Dia gak baik

