16. Mendadak Detektif

1249 Kata
[Sayang, hari ini Kamu janji temenin Aku ke Mall buat beli koleksi terbaru tas kremes loh. Semalam kan Kamu ga bisa nganter Aku] Pagi-pagi sekali Rachel sudah menelepon Rendy meminta menemani ke Mall. "Masih pagi Beib. Aku cape banget deh hari ini, ga usah keluar dulu ya" Rendy menjawab malas-malasan telpon dari Rachel ia masih bergulung selimut, semalam baru bisa tidur jam 2 pagi karena di ajak begadang Bayu. Bayu yang dijadwalkan tiba di Jakarta jam 4 sore baru sampai jam 10 malam, pesawat yang ditumpanginya mengalami delay karena hujan badai yang cukup lama, seharusnya Bayu ikut pertemuan mewakili ayahnya semalam tapi karena telat Ia tidak bisa menghadiri pertemuan para pebisnis itu, kalau ikut Ia juga akan bertemu Lani. [Sayanggg, Kamu kan udah janjiiiii, sebel dehhh] Rachel mengeluarkan jurus andalannya merajuk pada Rendy, biasanya kalau Rachel sudah merajuk Rendy akan langsung membujuknya supaya ngga ngambek lagi walaupun sangat sibuk. "Beneran Sayang, Aku cape banget, Kamu beli sendiri aja yah. nanti uangnya Aku transfer ke rekening Kamu, OK" hanya itu satu-satunya cara supaya Rachel berhenti merengek padanya dan pasti mempan. [Ya udah Kamu transferin 50jt ke rekening Aku yaaa] Ucap Rachel sangat antusias mendengar Rendy akan mengiriminya uang, Ia sudah membayangkan akan bersenang-senang dengan Alex dengan uang Rendy. Kalaupun ke gep yang Rendy tahu Alex dan Rachel adalah saudara sepupu. Klunting (anggap bunyi notifikasi ponsel Rachel) "Udah Aku transfer ya Sayang, coba Kamu cek mutasinya, happy shopping Sayang" [Makasihhh Sayang, Aku mau siap-siap dulu ya, nanti aku kabarin. muahhh] Rachel mematikan sambungan teleponnya begitu uang sudah Ia terima. "Siapa sih berisik banget pagi-pagi dah ganggu" suara serak khas orang bangun tidur terdengar seksi keluar dari samping Rendy. "Rachel, Gue janji mau nemenin dia beli tas kremes" Bayu langsung jengah mendengar nama Rachel disebut. "Ya udah sana pergi! Nanti ngamuk Dia" Bayu menyindir Rendy "Males, ngantuk, udah Gue transfer 50jt biar beli sendiri aja" Bayu langsung membuka selimutnya kemudian memegang kening Rendy. "Apa sih?" Rendy menyentakan tangan Bayu dari keningnya. "Lo sehat?" Bayu meletakan kembali bolak balik telapak tangannya di kening dan bokongnya. "Lo pikir?" Rendy menghela nafas. "Ckckck, kemajuan biasanya Lo paling demen nemenin Dia jalan" Bayu yang tadi masih mengantuk mendadak segar mendengar berita itu. "Berisik, Gue mau tidur lagi" ucap Rendy. Rendy menarik selimut kembali hingga menutup seluruh tubuhnya. Karena sudah terlanjur bangun Bayu memutuskan menelepon Lani untuk mengajaknya jalan mumpung di Jakarta. "Halo Lani, lagi apa?" [Pak Bayu, apakabar? Kapan sampe? Saya Lagi bikin sarapan nih] jawab suara dari seberang sambil menyiapkan sarapan, ponsel ia jepit di telinga dan bahunya. "Baik bangettt, semalam sampe Jakarta, nih lagi di rumah Rendy, nanti siang ada acara ngga? Jalan yuk!" mendengar nama Rendy di sebut Lani kembali teringat kejadian malam tadi, 'Duh, Rendy bilang macem-macem ga ya sama Bayu' [Di rumah Pa Rendy? Mmm, Saya free sih hari ini] Lani berpikir sejenak, karena sewaktu di Bali Bayu menemaninya tidak ada salahnya Lani gantian sekarang Ia yang menemani Bayu [boleh deh Pak] Lani menyetujui pergi bersama Pak Bayu [Jam berapa dan dimana?] "Yes, Kamu share lokasi Kamu aja, nanti Aku jemput" Bayu mengepalkan tangannya senang karena bisa bertemu gadis incarannya, tanpa Bayu tahu sepupunya sudah colong start. [Eh ga usah Pak, nanti ketemuan langsung di lokasi aja] bukannya Lani tidak mau dijemput. Posisi dia sekarang berada di kediaman Atmadja yang berada di perumahan termewah di Jakarta, Ia takut dicurigain Bayu juga. "Angkat donk. Saya VidCall Kamu" Bayu meminta Lani mengganti mode panggilan telepon menjadi Video Call. [Ck, Saya lagi masak Pak Bayu] Lani mengelak. "Sebentar aja Lani" Bayu masih memaksa, akhirnya Lani mengganti mode panggilannya menjadi vidcall. Rendy samar-samar mendengar suara wanita karena dibuat mode vidcall. Sekarang Lani dan Bayu saling bisa melihat satu sama lain. Lani masih menggunakan piyama tidur dengan rambut dicepol ke atas sehingga menampakan leher jenjangnya. Rendy mengintip dari balik selimut penasaran. [Udah ya Pak Bayu, Saya mau lanjut dulu nanti Kita langsung ketemuan di GI aja yah] ucap Lani. Sekilas Lani melihat penampakan di kasur seorang pria yang bertelanjang d**a menampilkan roti sobek di dadanya, Ia terkejut ketika pria itu menyembulkan wajah dari balik pundak Bayu. [Pak Rendy?] wajah Lani langsung bersemu merah ketika mereka saling bertatapan. Bayu menghalangi Rendy dengan badannya ketika berusaha mengintip lagi. "Udah dulu ya Lani, babayyy nanti kita ketemuan di lokasi jam 11" Syukurlah Bayu langsung mematikan panggilannya, Lani masih terlalu canggung jika harus berhadapan langsung dengan Rendy. "Siapa tadi?" tanya Rendy kepo "Ada deh, dah ah Gue mau siap-siap kencan dulu" Bayu meletakan ponselnya di atas meja menuju kamar mandi bersiap untuk ketemuan dengan Lani. Rendy yang penasaran langsung meraih ponsel Bayu karena yang tadi Ia dengar itu seperti suara Lani, sekarang Rendy ikut-ikutan mau tau tentang bawahannya itu. Dibuka ponselnya yang kebetulan belum terkunci, Ia melihat wasap pesan teratas. "Lani'es the future wife" Rendy menggumamkan nama Lani yang tersimpan di ponsel Bayu. Ia tertawa mengejek Bayu, "Dasar lebay" Ia membaca seluruh pesan Bayu dengan Lani tidak ada balasan yang spesial dari Lani. Hatinya merasa sedikit senang. "Ck, kenapa sih Gue? Ada yang ga beres nih sama otak Gue" Srekkkk... Pintu geser kamar mandi Rendy terbuka, Rendy segera meletakan kembali ponsel Bayu di atas meja pura-pura kembali tidur. Untung saja Bayu tidak melihat Rendy ketika membuka ponselnya. Rendy memutuskan bangun untuk mandi. Ia merentangkan badannya pura-pura bangun tidur. Bayu turun ke bawah hendak sarapan, setelah rapih Rendy ikut turun. "Pagi Tante" sapa Bayu pada Widya, mama Rendy. "Pagi Sayang, mau kemana jam segini udah rapih? Kan baru sampe semalam!" Widya menatap Bayu yang sudah rapih dengan kaos berwarna putih dan celana jeans. "Mau kencan dong Tante" "Emang udah move on dari Dinda?" widya mengejek keponakannya karena Ia tahu betul ketika Bayu uring-uringan habis putus dengan Dinda hampir setiap hari wajahnya di tekuk. "Udah dong Tan, ngapain Aku harus terpaku sama satu cewek yang ga peduli Kita, ya kan" Bayu mengambil dua keping roti tawar kemudian mengolesi dengan selai coklat. "Gitu dong" Widya menepuk nepuk bahu Bayu "Kamu sendiri mau kemana Rend?" "Jalan juga dong Ma, masa Rendy diam kalah sama Bayu" "Sama Rachel? Cobalah Kamu cari cewek lain, Mama kurang sreg sama Dia" "Biarin aja Ma, Rendy udah gede Dia sudah tau yang mana yang harus Ia pertahankan yang mana harus di buang" Mahendra melirik Rendy ia ikut menimpali obrolan dua generasi itu, Ia paham maksud istrinya cuma yang Mahendra tau semakin Rendy dilarang Ia akan semakin memberontak, Ia yakin suatu saat Rendy akan berubah. "Papa nih, Aku kan mamanya Rendy jadi tau betul yang baik buat Rendy. Feeling mama Rachel itu ga baik buat Kamu" widya dan mahendra saling mendebat. Sementara yang didebat asyik melahap rotinya, Rachel pernah di bawa Rendy ke rumah mereka dan mamanya memang kurang suka Rachel tapi tidak Ia tunjukan di depan Rachel langsung. "Bener tuh Tan, Rendy harus dicuci otaknya biar ga bucin sama Rachel" Bayu ikut memojokan Rendy, Rendy masih diam mendengarkan perdebatan mereka tentang Rachel Ia sedang malas membahas tenyang Rachel. Waktu sudah menjukan pukul 10. Bayu pamit kepada orangtua Rendy Ia hanya bilang oergi kencan tanpa memberi tau lokasinya dan dengan siapa. Begitu Bayu pamit Rendy ikut pamit juga. "Ma, Rendy pamit juga ya!" Ia menggunakan kacamata hitamnya dan mencium pipi Widya dan meninggalkannya cepat-cepat. Ia memutuskan untuk naik taxi tidak pakai mobilnya. "Eh eh pada kompakan banget keluarnya" "Pak, ke GI ya!" perintah Rendy pada sopir taxi berlambang burung itu. ~ b e r s a m b u n g ~ ??? Hmmm... Rendy mendadak jadi detektif nih. Ngapain ya dia ke sana? Menyusul Rachel atau nguntit Bayu ya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN