Lani berjalan menuju sofa berwarna putih tulang di sebelah kiri meja Rendy, di sudut ruangan ada lemari buku yang tersusun rapi dan sebuah vas bunga berisi mawar merah yang sangat cantik warnanya yang kontras dengan sofa justru menambah kesan lembut dan menggoda.
Lani melihat sebuah buku yang masih tergeletak di meja dengan pembatas di dalamnya, Business Adventures sebuah karya dari Jhon Brook, Lani tahu buku ini adalah buku bisnis terbaik dan favorit Bill Gates, Bill Gates menjadikan buku ini inspirasinya dalam pengembangan bisnis microsoft dan berhasil membuat microsoft menjadi salah satu perusahaan raksasa yang di perhitungkan dunia.
"Suka baca juga?" tanya Rendy melihat Lani mengambil buku miliknya.
"Buku ini favorit Bill Gates kan? karena buku ini Bill Gates berhasil menjadi orang terkaya di dunia"
Rendy menarik bibirnya sedikit, Ia pikir Lani sama hanya seorang wanita yang senang hura-hura dan belanja, hal ini mematahkan pendapatnya tentang Lani dan membuatnya semakin tertarik mengenal bawahannya.
Lani meletakan buku tadi di meja kemudian melihat ke dinding kaca, ternyata dengan jelas Ia dapat melihat orang yang lewat depan ruangan Rendy.
"Oh My God!" gumamnya lirih sambil menutup wajahnya refleks, Ia ingat tadi sempat berkaca di depan ruangan Rendy semoga tadi Rendy sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak melihat Lani.
Diam-diam Rendy memerhatikan Lani dari kursinya, Ia tertawa kecil Lani baru menyadari dinding kaca tembus pandangnya, Gotcha!!! tadi Rendy memang memerhatikan Lani dari dalam saat berkaca di luar sana. Ia menutup berkasnya kemudian menghampiri Lani.
"Kenapa?"
"Eh ga papa Pak?" jawab Lani menyembunyikan wajahnya.
"Saya tadi lihat waktu Kamu bercermin di depan!" Rendy sengaja menggoda Lani dan sukses membuat wajah Lani memerah, karena kulit Lani berwarna cerah otomatis sangat kelihatan jika berubah warna.
"Heh" wajah Lani semakin merona, Rendy menjadi sangat gemas melihatnya tapi tidak ia perlihatkan kegemesannya pada Lani dengan kembali memasang wajah datarnya.
"Jadi gimana Pak?" tanya Lani mengalihkan perhatian.
"Gimana apanya?" Rendy sampai lupa maksudnya memanggil Lani, tapi memang Ia hanya ingin mengenal lebih dekat wanita yang sedang jadi incaran sepupunya itu, ingin tahu seberapa besar pesona Lani apa juga bisa membuat Rendy jatuh cinta pada Lani.
"Tadi Pak Rendy panggil Saya kan?"
"Oh Ya, itu, Saya mau Kamu menyerahkan laporan selama kita di Bali kemarin"
"Bukannya sudah Saya kasih Pak Darma ya Pak?"
"Oh ya, Darma memang sudah memberikan laporannya pada Saya, tapi Saya ingin Kamu yang menjelaskannya langsung" Rendy memberi alasan yang logis, penjelasan yang di berikan Darma sudah sangat jelas menurut Rendy, Ia iseng saja memanggil Lani.
"Maaf kalo boleh Saya tau, di bagian mana ya yang Bapak kurang jelas?"
"Saya mau Kamu menjelaskan semuanya secara rinci" Rendy meletakan berkas laporannya di atas meja, Lani meraihnya kemudian mulai menjelaskan laporannya.
"Baik Pak, ............. " Rendy mendengarkan penjelasan dari Lani dengan seksama, sesekali ia mengangguk-ngangguk tanda mengerti, Ia menilai Lani memiliki potensi yang sangat bagus untuk kemajuan perusahaannya, Ia bisa memanfaatkan Lani untuk mengembangkan perusahaannya supaya lebih berinovasi dan menarik. Tanpa sadar Rendy fokus Rendy teralihkan pada bibir Lany, bibirnya yang semerah cherry membuatnya ingin menggigitnya seperti menggigit buah cherry.
"Ada yang Pak Rendy kurang paham?" Lani selesai menjelaskan laporannya, Rendy masih belum sadar. "Pak? Pak Rendy?" Ia melambaikan tangannya di depan wajah Rendy.
"Oh Ya"
"Sudah cukup jelas Pak?" Lani mengulang pertanyaannya.
"Ya, jelas!" Rendy mengusap hidungnya grogi karena kegep memerhatikan Lany, tapi Lany tidak peka Ia berpikir mungkin Rendy bengong karena hal lain bukan karena Dia, lagipula tidak ada alasan untuk itu kan?
"Kalo gitu Saya kembali ke ruangan ya Pak!" Lani berdiri ingin cepat kembali ke ruangannya, entah mengapa Ia tidak suka terlalu berlama-lama dengan Rendy.
"Siapa yang suruh Kamu balik ke ruangan?" tanya Rendy galak. Tuh kan bos yang aneh moody-an, Lani menggigit bibirnya menahan kesalnya. Ia tidak duduk ataupun pergi hanya diam mematung menunggu perkataan Rendy selanjutnya.
"Mengenai rencana Kamu stay di Bali Saya cancel, karena Saya ga mau Kamu hanya fokus pada satu proyek, Saya ingin Kamu mempelajari proyek kita yang di jakarta juga"
Wajah Lani mendadak cerah mendengar ucapan Rendy, "Serius Pak?" tanya Lani memastikan kembali ucapan bosnya
"Kamu pikir Saya tidak serius? Atau Kamu lebih memilih untuk stay di Bali saja?"
"No No No, Saya mau tetap di sini Pak" Lani menggeleng cepat. Lani meraih telapak tangan Rendy "Makasih Pak" Ia mengguncangkan tangan Rendy tanpa sadar saking senangnya. Tepat saat itu juga pintu ruangan terbuka, Lani tersadar kemudian melepas tangan Rendy refleks. "Maaf!" ucapnya pelan masih menahan senyum.
"Sayang, ngapain Dia pegang-pegang tangan Kamu?" Rendy menoleh ke sumber suara, Ia kaget sepagi ini Rachel sudah ada di kantornya.
"Sayang, Kamu ngapain ke sini?" tanya Rendy heran, tidak biasanya sepagi ini Rachel ke kantornya.
"Jadi ga boleh Aku ke sini?" Rachel menatap tajam pada Lani, senyum Lani memudar sadar akan posisinya Ia pamit meninggalkan Rendy kali ini tidak di cegah lagi.
"Permisi Pak!" pamit Lani. Rendy hanya menjawab dengan isyarat mata.
"Ngapain Dia pegang-pegang tangan Kamu?"
"Kamu jangan salah paham Sayang, Lani hanya senang Aku membatalkan tugasnya untuk stay di Bali" Rendy meraih pinggang Rachel dan menatapnya, tapi mengapa yang ada di bayangannya yang di peluknya itu Lani. Ada yang tidak beres dengan otaknya, Ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengenyahkan pikirannya tentang Lani.
"Bener cuma karena itu?" wajah Rachel masih cemberut, kalau saja Sarah tidak mengabarinya pagi ini Dia pasti masih di apartemen Alex berkutat dengan selimut dan teman tidurnya.
"Iya Sayang, jangan cemburu donk!" Rendy menjawil hidung Rachel, Rachel memeluk Rendy posesive.
(Pagi tadi saat Lani di dalam ruangan Rendy)
[Bu, Pak Rendy barusan minta Lani ke ruangannya] pesan dari Sarah masuk ke ponsel Rachel, Rachel membuka selimutnya dan langsung duduk menerima kabar dari Sarah.
[ngapain dia di panggil?] balasnya
[kurang tau Bu, Saya hanya kasih tau Ibu saja]
[Awasi dia terus!] perintah Rachel pada Sarah.
[Ok Bu!] balas Sarah, Sarah selalu melaporkan kegiatan bosnya pada Rachel ia dihadiahkan barang-barang bermerk sebagai imbalannya, padahal barang-barang yang Rachel kasih bekas yang sudah bosan Ia pakai.
"Kenapa Sayang?" tanya Pria yang tidur di samping Rachel.
"Anak baru yang ikut ke Bali kemarin dipanggil Rendy ke ruangannya" Jawab Rachel.
."terus Kamu cemburu?" ucap pria itu.
"ya nggak lah, Aku ga mau sebelum rencana Kita berhasil Rendy berpaling dari Aku"
"Ya mungkin aja Dia di panggil karena kerjaan kan?"
"Aku ga mau kecolongan ya Lex, bisa aja kan cewek itu mau cari perhatian sama Rendy"
"Kamu tenang aja, Rendy itu bucin sama Kamu, bahkan dia lebih percaya sama Kamu ketimbang Bayu sepupunya" Ucap pria itu sambil memeluk Rachel dari belakang, Ia meletakan kepalanya di ceruk leher Rachel, Rachel hanya diam tidak membalasnya, tidak dipungkiri kebersamaannya dengan Rendy memang menumbuhkan benih-benih cinta di hatinya untuk Rendy, tapi Ia di bawah tekanan Alex juga, Alex belum sadar tentang perasaan Rachel.
"Udah dong Sayang, Kamu tenang aja mending Kita lanjutin lagi yang semalam" Alex mulai menggoda Rachel lagi, Rachel menikmati tiap sentuhan Alex. Ia pernah mencoba merayu Rendy untuk berhubungan lebih jauh dengannya tapi Rendy dengan tegas menolak.
Flashback on
"Kamu ga cinta Aku Yank?" tanya Rachel saat itu ketika c1uman panas mereka terhenti Rachel menginginkan lebih jauh tapi Rendy melepasnya.
"Justru Aku sayang banget sama Kamu, makanya Aku ga mau lebih jauh lagi sama Kamu sebelum halal" Rendy membingkai wajah Rachel yang merajuk mendapat penolakannya. "Makanya Kita harus cepat halalin hubungan Kita Sayang" lanjut Rendy.
"Aku belum siap Sayang, Aku masih ingin jadi model profesional yang terkenal" tolak Rachel setiap Rendy membicarakan pernikahan.
"Terus kapan Kamu siap? Kamu ga kasian sama Aku tiap malam bobo sendiri" Goda Rendy menarik dagu Rachel lalu menempelkan b1b1rnya ke b1b1r Rachel ingin lebih tapi di tahan Rendy.
"Kita bisa ngelakuinnya sekarang Sayang, lagipula nanti Aku bakal jadi milik Kamu juga kan, Aku rela ngelakuin ini buat Kamu" pancing Rachel mengeratkan pelukannya.
"No Sayang, itu ga boleh!" Mereka menyatukan kening mereka satu sama lain, karena itu lah lama kelamaan Rachel jadi cinta beneran pada Rendy. Rendy benar-benar memanjakan Rachel dengan tulus, tapi Rachel tetap menjalin hubungan dengan Alex. Rekanan kerja Rendy.
Flashback off
[Udah mau dua jam tapi Lani belum keluar dari ruang Pak Rendy] Sarah kembali mengirimkan pesan pada Rachel. Rachel langsung bergegas menuju kamar mandi berencana ke kantor Rendy.
"Mau kemana Chel?" tanya Alex
"Andromeda!" jawab Rachel dari kamar mandi. Alex tidak peduli Ia kembali menarik selimutnya hingga tubuhnya tertutup semua. Rachel dan Alex satu penerbangan saat kembali ke Jakarta, Rachel berbohong pada Rendy bilang ada pemotretan. Padahal Ia menginap di apartemen Alex. Alex sengaja membeli apartemen yang dekat dengan kantor Rendy supaya memudahkan Rachel dan Dia bolak balik ke Andromeda.
Rachel mengeluarkan mobilnya dari basement menuju kantor Rendy.
"Pagi Bu Rachel" Sapa Sarah ketika Rachel sampai. Rachel tidak menjawab Ia langsung membuka pintu ruangan Rendy, saat itu Ia mendapati Lani sedang memegang tangan Lani. Ia sangat kesal. Saat Lani keluar Rachel menatap Lani seperti ingin menerkam mangsanya.
Lani keluar dari ruangan Rendy sumringah, Ia bersyukur tidak jadi stay di Bali tidak perlu memikirkan alasan apa yang Ia katakan pada Kakek Gunawan jika jadi ke Bali nanti.
Sarah menatap Lani sinis. "Aku peringatkan Kamu jangan cari muka di depan Pak Rendy dan Pak Bayu anak baru" Lani kaget mendengar perkataan Sarah, bagaimana Ia tahu kalau Bayu memang sering bersama Dia saat di Bali kemarin.
"Ga ada yang berhak melarang Saya berteman dengan siapapun, Nona Sarah!" Lani berlalu meninggalkan Sarah, Dia tidak tahu jika Lani sudah mengeluarkan taringnya siapapun akan di hadapi.
"Oh ya satu lagi, Kalau Pak Bayu lebih suka sama Saya, Anda bisa apa? Padahal Nona lebih dulu kenal dengan Bayu"
Sarah naik pitam karena Lani berani melawan Dia, baru kali ini ada yang berani melawannya. Ia menghentakan kakinya ke lantai.
"Kurang 4j4r, lihat apa yang akan Kamu terima jika berani mengganggu Bayu?"
"Mengganggu Bayu?" Lani tersenyum jahat "Boleh juga" Lani langsung meninggalkan Sarah yang semakin marah.
~ b e r s a m b u n g ~
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan ?