18. Hampir Saja

1845 Kata
Wanita itu menoleh dan terkejut melihat pria yang baru saja teleponan dengannya ada di depan dia. Pria di samping pun tidak kalah terkejut. "Hai Pak Rendy!" Ia mengulurkan tangannya pada Rendy untuk menghilangkan canggung. Rendy tidak menanggapi uluran tangannya hanya menatap datar pada pria itu. Ternyata Rachel berbohong kalau Ia sedang di Plaza Indonesia, 'untuk apa dia berbohong? Sh*t' umpat Rendy kesal, belum reda kemarahan yang tidak jelasnya pada Lani sekarang Ia harus diperlihatkan kemesraan wanitanya dengan pria lain. "Sayang, Kamu ko ada di sini? Mau ngasih surprise buat Aku yah" dengan cepat Rachel menguasai keadaan, sangat pandai berakting bukan. "Kamu bilang ada di PI kenapa ada di sini?" Rendi bertanya penuh selidik. "Astaga, Aku kan ga bilang di PI yank, Aku cuma bilang di tempat biasa, dan GI juga tempat biasa kita ngedate kan?" Wanita itu sangat lihai memberi alasan pada Rendy. Memang GI juga salah satu tempat kencan favorit mereka. "Kamu bilang sendiri, kenapa ada Alex di sini?" "Ah iya, Alex tadi kebetulan ada di sini juga, jadi dia nemuin Aku, Kamu cemburu sama Alex? Dia kan sepupu Aku sayang" Rachel meletakan kepalanya di bahu Rendy dan memeluknya, 'semoga Rendy masih percaya sama Gue' bisik batinnya sambil mengusap d**a bidang Rendy. "Kalian sangat mesra, orang yang melihat Kalian berdua pasti akan menyangka kalian bukan saudara tapi pasangan kekasih" "Ya Aku sama Alex kan emang sedekat itu, Sayang, udah deh masa sama Alex aja cemburu sih, kalau Kamu ga percaya Kita ke rumah alex aja biar tanya sama Mamanya Alex hubungan Aku sama Alex" Rachel mengerucutkan bibirnya tanda merajuk. Sementara Alex hanya diam saja, Rendy memang mengetahui Alex sebagai sepupunya tapi baru kali ini Rachel bertindak berlebihan di tempat umum padanya. Rendy sebenarnya tidak terlalu marah kali ini melihat Rachel dengan Alex, Ia masih terbawa suasana karena ribut dengan Lani tadi jadi Ia merasa bertindak berlebihan. "Ka Bayu. Bukannya itu Rachel dan Alex? Itu Rendy juga kan?" Lani dan Bayu yang sudah selesai nonton film sangat kebetulan sekali bertemu mereka. Bayu melihat ke arah yang ditunjuk Lani. Bayu belum mengetahui kalau Rendy menguntit mereka hingga sampai sini, Lani tidak berniat memberi tahu juga. "Betul. Pas banget, ayo kita ke sana!" ucap Bayu. Lani menahan langkahnya rasanya Ia masih sangat marah mengingat perkataan Rendy tadi. Jika ini bukan di tempat umum pasti Lani akan memaki-maki Rendy habis-habisan "Kenapa?" Bayu heran kenapa Lani tidak mau bertemu mereka. "Ga papa, Aku mau ke toko sana sebentar, Kaka aja ya" Lani menunjuk sebuah toko sepatu guna menghindari Rendy dan Rachel, Ia tidak peduli lagi hubungan bosnya dengan pacarnya. "Bukannya ini kesempatan Kita untuk memberitahu Rendy tentang Rachel?" Bayu memperhatikan gadis itu kenapa sekarang dia tidak mau bantu Rendy. "Ini tempat umum Ka, terlalu rame nanti ganggu orang!" Lani memberi alasan yang logis, karena tidak mungkin Ia bilang habis ribut dengan Rendy tadi. "Oke, Kita ga usah bahas tentang mereka, Kita samperin aja yu!" Bayu menarik lengan Lani, Bayu sedikit memaksa Lani menuju mereka, dengan berat hati Lani mengikuti langkah mereka. Tapi Ia tidak menunjukan wajah bersahabat pada atasannya itu. Biar saja supaya Ia mikir. 'Ah kenapa semua jadi sulit seperti ini?' Ia memijit pelipisnya pelan. "Katanya mau tidur di rumah, Kenapa sekarang ada di sini?" Bayu berkata dibelakang Rendy, Ia sangat jengah melihat rachel bergelayutan di lengan Rendy. "Suka-suka Gue lah mau kemana" jawab Rendy ketus pada Bayu, entah mengapa Ia sangat kesal membayangkan Bayu mencium Lani di dalam tadi. Rachel menyunggingkan senyum karena Bayu ia terselamatkan, sekarang gantian Rachel akan memulai aktingnya kembali untuk mendapat perhatian Rendy. "Ya ampun Yank, Kamu mau ngasih surprise ya buat Aku, Aku terharu loh" Ucap Rachel mempererat pelukannya. Rendy yang merasa kegep memutar bola mata jengah tidak mungkin mengatakan tadi sehabis menguntit mereka, Ia melihat Lani tapi sayang sekali wanita itu sama sekali tidak mau menatap Rendy, sepertinya Ia benar-benar sangat marah padanya, Lani sama sekali tidak menyapa Dia. Ia mengeratkan rahangnya menahan amarah yang tidak tau darimana datangnya. Bayu menatap sinis pada Rachel. Rachel balik menatap Bayu tersenyum sinis pada Bayu. Ia merangkul bahu Lani mengejek Rendy, Lani tampak sedikit risih punggungnya tersentuh langsung tangan Bayu. 'Sh*t, kenapa tangan itu leluasa berada di punggung Lani' Rendy tanpa sadar terus melihat tangan Bayu yang berada di bahu Lani. Bayu memperhatikannya, Ia tahu sepupunya itu mulai tertarik pada bawahannya makanya Ia memancing dengan merangkul Lani di depan Rendy langsung. Lani pura-pura membetulkan tasnya, mengisyaratkan Ia tidak suka di sentuh Bayu, Bayu menyadarinya Ia beralih menggandeng tangan Lani. "Ayo, Kita lanjut jalan!" Ucap Bayu pada Lani, Lani mengikuti langkah Bayu tanpa komentar banyak, sepertinya ada yang disembunyikam gadis ini dia sama sekali tidak menyapa Rendy padahal Rendy atasannya, begitu juga sebaliknya Rendy juga tidak berkata ketus seperti biasanya pada Lani. Rendy menatap punggung Lani hingga tidak terlihat lagi. "Ayo sayang, Kita jalan!" "Bukannya Kamu bilang tadi mau kumpul bareng teman-teman Kamu?" "Emmm, udah Aku batalin semua Yank, Aku mau sama Kamu aja" "Permisi Pak Rendy, Rachel Aku duluan ya" Rendy tidak menjawab, Ia tidak mood menjawab Alex sama sekali. "Udah donk Sayang, jangan marah sama Aku ya" "Ya, Aku ga marah" "Kita ke apartemen Aku yu, mobil Kamu dimana?" "Kamu ke sini ga bawa mobil?" tidak biasanya Rachel pergi sendiri tanpa mobil, kecuali dengan Rendy. "Mobil Aku tadi di pinjam Alex, dia bilang Mau bawa Mamanya ke RS mobilnya lagi di bengkel jadi pakai punya Aku" Rendy merasa sedikit aneh dengan jawaban Rachel, dia bilang ketemu kebetulan dengan Alex di sini tapi kenapa Alex membawa mobil Rachel, seharusnya Alex ke sini bawa mobil kan kalau memang kebetulan, Rendy mulai curiga pada kekasihnya. "Kita naik mobil Kamu yah!" "Aku ga bawa mobil. Aku pikir Kamu bawa mobil jadi untuk apa bawa mobil lagi nanti ribet" alasan yang tepat untuk Rendy. Jujur saja Ia semakin penasaran dengan Alex. Ia akan menyuruh orangnya mencari informasi tentang Alex. "Yaudah nanti naik taksi aja ya Sayang" [Cepetan ke apartemen, rapihin semua barang-barang Kamu jangan ada yang ketinggalan] Rachel mengirim pesan pada Alex. [Oke] hanya itu balasan dari Alex. Rachel segera menghapus semua riwayat chatingannya dengan alex. "Ah ya sayang. Kayanya Kita harus belanja kebutuhan dapur dulu deh, kebetulan stok makanan Aku di apartemen habis semua" Rachel berupaya mengulur waktu supaya Alex merapikan kamar hasil pertempuran panas mereka semalam. "Ayo!" Rachel lega kali ini, Ia bisa mengelabui Rendy lagi. Ia masih ingin mengeruk semua uang Rendy tanpa perlu susah payah bekerja. Penghasilannya dari modeling tidak banyak karena jarang agency yang mau memakai jasanya, Rendy sendiri tidak terlalu suka Rachel berpose di depan kamera, hanya karena keinginan kekasihnya terlalu kuat untuk menjadi model profesional Ia mengizinkannya. Padahal tanpa menjadi model pun Rendy sanggup menghidupi Rachel dengan gaya hidupnya yang tinggi. Selesai berbelanja mereka ke apartemen Rachel, apartemen sudah rapih Alex sudah membersihkan kamar Rachel tepat waktu. Rachel meletakan barang belanjaannya di dapur, Rendi membuka kamar Rachel Ia membuka hoodienya dan kacamata miliknya Ia merebahkan tubuhnya di sofa bed milik Rachel yang berada di ujung Kasur. "Sayang!" Rachel naik ke atas kasur dan berbaring menyamping menghadap Rendy dengan satu tangan menopang kepalanya. Rendy mengalihkan matanya menatap Rachel, Ia mengusap-usap pipi Rachel mesra. Ia tersenyum pada Rachel menatap dalam ke dalam manik mata indah milik Rachel 'Apa mungkin dia berkhianat?' bisik Rendy dalam hatinya. Rachel mendekatkan wajahnya pada Rendy, mengecup pelan pipi Rendy satu tangannya mengusap-usap d**a bidang milik Rendy. Rendy bangun dengan posisi Rachel berada di bawah Rendy. 'Lihat saja kalau sampai Kamu berkhianat' lagi-lagi dialog dalam hati Rendy terucap. Ia mengecup mata Rachel, kemudian turun ke hidung, pipi, Ia melewati bibir yang selalu menjadi candu untuknya. Rachel menggigit bibirnya. Ia menarik kepala Rendy kemudian menggigit bibir Rendy pelan. Jika berciuman dengan Lani terasa kaku dan Rendy yang lebih mendominasi, tidak untuk kali ini Rachel sangat b*******h kepada Rendy, Ia sangat mendamba Rendy menjamah tubuhnya. "Baby, I want you!" Rachel berkata sensual di telinga Rendy membuat junior Rendy terbangun. Ia menggigit kecil telinga Rendy dan menyapukan lidahnya di leher milik Rendy sehingga mengeluarkan desahan dari mulut pria itu. Rendy yang pikirannya sedang galau merasa mendapat sensasi yang membuat ketegangan di sel sarafnya berkurang akibat ulah Rachel. "Ahhh...." Rendy meremas p******a Rachel pelan, Rachel mengeluarkan lenguhan manja, "Terus sayang, Kamu makin lihai" di usapnya junior Rendy yang sudah mulai keras. Rendy meloloskan baju dan menarik paksa Bra milik Rachel, nampak menyembul gumpalan seperti squishy yang cukup dalam satu genggaman tangan "Do it Honey!" Rachel mengarahkan kepala Rendy pada p******a miliknya, Rendy menghisap p****g berwarna pink itu pelan ia memutar lidahnya di atas p****g Rachel yang sangat kontras dengan kulit putihnya. "Ahhh Rendy. Kamu membuatku gila" Rachel menjambak rambut Rendy frustasi dan semakin membenamkan kepalanya di payudaranya. Rachel meloloskan celananya hingga sekarang hanya mengenakan celana dalam yang hanya menutupi miss v nya. Ia membuka resleting celana Rendy, selama ini hubungan mereka hanya sebatas oral saja. Rachel bertekad malam ini Ia harus bisa memiliki Rendy seutuhnya. "Sayang, Aku mau" ucap Rachel menggoda, mata Rendy mulai mengabut, Ia menjilati semua tubuh Rachel tanpa ada yang terlewat dan meninggalkan kiss mark di payudaranya. Ia menjilat area sensitif milik Rachel dan memainkan lidahnya di bawah sana. Rachel membuka kedua kakinya lebar membenamkan kepala Rendy. "Ahhh Rendy. Pliisss. Ini enak sekali sayang Aku mau sampai sayang" "Lepaskan sayang!" ucap Rendy tanpa melepas jilatannya pada area sensitif itu sampai pemiliknya mengeluarkan cairan yang sangat banyak. Rachel bangkit dari tidurnya, Ia mendorong tubuh Rendy ke kasur, Ia memegang junior Rendy yang memiliki ukuran di atas rata-rata, Ia mengulumnya pelan menjilatinya seperti memakan eskrim, Ia sangat menikmati junior Rendy. "Aku suka juniormu Sayang" Rachel memaju mundurkan mulutnya dengan sangat lincah hingga junior Rendy sangat keras dan mengeluarkan banyak pelicin. "Oh, f**k Sayang, Aku mau sampai, Ahhh!" Rendy memuntahkan spermanya di mulut Rachel. Mereka berdua telah mencapai puncaknya tanpa bersetubuh. "Sayang, Dia juga mau di masukan juniormu" Rachel bersiap akan memasukan junior Rendy ke dalam miliknya, Ia merangkak hendak duduk di atas junior Rendy. Rendy tidak mengelak Ia ingin melanggar janjinya untuk tidak menyentuh Rachel, Dia berpikir Rachel akan menjadi miliknya juga nantinya. Tok tok tok.... Suara Ketukan dari pintu terdengar dari luar. "Ah, kurang ajar, siapa yang mengganggu" ucap Rachel. Tapi gedoran pintu itu semakin keras membuat junior Rendy yang tadi tegang menjadi turun kembali, Rachel mendengus sebal. "Siapa?" teriak Rachel dari dalam kamar "Alex, bukain dong Rachel, cepet Aku kebelet nih" "Ah, sebentar!" Rachel dan Rendy segera berpakaian lengkap kembali, Rendy heran mengapa Alex begitu berani pada Rachel. Setelah berpakaian lengkap Rendy tetap di kasur, Rachel membukakan pintu kamar apartement. Alex langsung nyelonong masuk ke kamar mandi Rachel. "Maaf Pak, Saya kebelet!" ucapnya tanpa merasa bersalah telah mengganggu acara mereka, Alex melihat kasur yang tadi sudah Ia rapikan berantakan kembali, Ia sekilas melirik sinis pada Rachel, Rachel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dalam perjanjian mereka Rachel tidak boleh making Love dengan Rendy. Alex geram nampaknya Rachel sudah main hati dengan Rendy, awas Kau wanita si4l4n. Alex mengeratkan rahangnya setelah memalingkan wajah dari mereka, Ia tidak sudi wanitanya dj jamah Rendy. Rendy memasang wajah yang paling datar, ini sudah kelewatan. Kalau hanya sepupu harusnya dia tau diri tidak mengganggu waktu mereka. B e r s a m b u n g
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN