"Jangan mentang-mentang lo anak orang kaya terus bisa seenak jidat sama gue, ya?"
Kini kesabaran Bunga mulai habis, dia bersiap akan menampar Pangeran Kulkas dihadapannya hingga membuat semua orang menahan nafas karena ngeri.
Dia sekuat tenaga untuk menahan amarahnya yang hampir jebol.
"Cowok kurang ajar!!!"
Tambah Bunga sengit.
"Gue semakin suka kalo lo lagi marah!"
Jeplak Raden Cakra kalem.
"Bunga!"
Panggil Frena syok. Dia nggak nyangka banget kalau sahabat terbaik sejagat raya nya ini sangat dekat dengan Pangeran Kulkas Kutub Utara.
"Nggak usah ganggu lo!"
Celetuk Raden Cakra dingin ke arah Frena yang langsung ciut nyalinya.
Si Pangeran Kulkas emang suka gitu, cuek bebek dan dingin sama semua orang, giliran sama Bunga, dia sampai segitunya.
Takut Bunga dilihat dan diejek oleh orang lain karena ada noda darah di rok sekolahnya, sampai dia bela-belain memeluk Bunga sejak lima menit yang lalu.
Bunga malah mikir sebaliknya, dibalik sikap manis Raden Cakra, sebenarnya dia itu modus pengen meluk dia.
"Kalau gue nggak lagi terdesak, gue nggak sudi dipeluk sama lo, burung unta!"
Omel Bunga lagi.
"Palingan lo juga senang karena bisa gue peluk kayak gini!"
Sahut Raden Cakra sambil mencubit hidung Bunga yang membuat Bunga semakin jengkel.
"Dasar pesek!"
Ejek Raden Cakra nakal.
"Biarin!"
Dua manusia aneh bin ajaib ini saling padu alias berantem dengan berbisik-bisik, pantas saja nggak ada satu orang pun yang tahu isi percakapan mereka.
"Pokoknya lo hutang banyak sama gue!"
Ucap Raden Cakra sangat dekat di telinga Bunga.
Semua cewek yang berkumpul di ujung lapangan itu sibuk menggosipi Bunga yang sangat beruntung bisa sedekat itu dengan putra mahkota Maheswara.
Tiba-tiba saja Raden Cakra menggandeng tangan Bunga dan membawanya ke arah parkiran sekolah yang tempatnya sangat rapi dan bersih serta luas karena terjaga dengan baik.
Raden Cakra memilih motor gede Harley Davidson warna hitam dan mulai menyalakan moge super keren dan berharga fantastis itu.
Bunga gondok setengah mati saat Raden Cakra tiba-tiba saja melemparkan helm ke arahnya. Untung saja dia cekatan dan refleks menangkapnya.
"Emang dasar sempak kadal lo ya!!!"
Maki Bunga sambil mengelus bulu keteknya ehhh, mengelus dadanya sendiri.
Raden Cakra yang dikatain sempak kadal itu pengen ketawa tapi dia menahan ketawanya untuk nanti karna tiba-tiba saja dia ingin mengajak Bunga jalan-jalan.
"Buruan naik!"
Perintah Raden Cakra galak.
Lalu Bunga pun entah mengapa selalu saja menuruti semua perintah yang keluar dari mulut cowok tampan di depannya.
Frena datang tepat di saat yang tepat sebelum motor gede milik Pangeran Kulkas Kutub Utara itu melaju dengan kecepatan tinggi dan menyusuri jalanan Jakarta.
"WOY, GUE IKUUUT!!!"
Teriak Frena sambil tergopoh, namun motor gede yang dikendarai Raden Cakra sudah berlalu. Hanya asap tebal yang tersisa.
UHUGK!!!
UGHUGK!!!
Frena terbatuk-batuk.
Bunga yang kaget karena laju motor gede yang dikendarai Raden Cakra itu pun sontak langsung protes nggak karuan.
"Pelan-pelan!!!"
Protes Bunga panik.
Mau nggak mau, dia harus pegangan pada Raden Cakra juga kalo nggak mau jatuh saking kencang laju motornya.
"GUE TAKUT!!!"
Teriak Bunga lagi. Namun sama sekali tidak ada jawaban.
Di tengah perjalanan, Bunga sudah tidak sanggup lagi, dia minta diturunin di pinggir jalan.
"Woy, kuda lumping! Turunin gue sekarang juga!!!"
Teriak Bunga sambil menaboki punggung Raden Cakra dengan keras.
"Dasar bawel!"
Sahut Raden Cakra sambil mengerem secara tiba-tiba.
DECIIIIIIIT....
Motor gede itu pun akhirnya berhenti juga.
"Buruan turun, lo!"
Bentak Raden Cakra killer.
Bunga turun dari motor gede itu.
Lalu Raden Cakra melesat kembali dengan motor kesayangannya.
"Emang dasar cowok bajirot lo ya, Cakra! Setaaaaan!!!"
Umpat Bunga gondok setengah mati karena diturunin di pinggir jalan beneran.
Buat yang pada punya pacar, kalau pacar kalian bonceng, terus tiba-tiba pacar kalian minta turun, jangan sekali-sekali diturunin beneran, apa lagi di pinggir jalan kalau nggak pengen si doi bete!.
Namun begitulah sifat jahil Raden Cakra. Dia beneran nurunin Bunga di pinggir jalan.
Bunga sibuk mengumpat setelah membuka helmnya dan nyaris saja dia banting helm itu. Namun dia urungkan karena takut disuruh ganti rugi sama si tengil Raden Cakra nanti.
Setelah lima menit kemudian, baru Raden Cakra kembali lagi ke tempat dia meninggalkan cewek cantik dan imut itu.
"Dasar cowok bajirot emang lo ya!"
Jeplak Bunga tanpa basa-basi.
"Emang dasar bandit kau yaaa bandit!!!"
Umpatnya kesal sambil menirukan gaya Bunda Corla, ehh ternyata Bunga ter-Corla-Corla alias demam Bunda Corla yang lagi viral sejagat raya itu.
Raden Cakra bengek, namun dia hanya melirik Bunga saja.
Jalanan sedang sangat panas.
"Baru kali ini gue ketemu sama cowok kadal kayak lo! Dan dibalik ketampanan lo itu ternyata otak lo kecil kayak otak udang!!!"
Umpat Bunga yang habis-habisan ngomelin Raden Cakra.
Namun tak ada respon sama sekali.
"LO TUH YA, BENERAN NGESELIN BANGET TAHU NGGAK SIH?"
Omel Bunga meledak-ledak. Entah karena efek lagi PMS atau apapun itu, yang jelas setiap dekat dengan cowok ganteng di depannya ini, darah Bunga selalu naik. Ternyata nggak cuman harga BBM dan sandang pangan naik, darah Bunga ikutan naik pula.
Kalau lama-lama, bisa bikin Bunga mengidap penyakit darah naik, ehhh darah tinggi maksudnya.
MMUACHHHT....
Raden Cakra malahan mencium bibir Bunga dengan gemas.
"Anjirr ......"
Bisik Bunga syok karena mendapatkan serangan dadakan.
Dia nggak menyangka bahwa Raden Cakra bisa nyosor di manapun tempatnya berada.
"Lo gila, ya?"
Protes Bunga sebel.
MMMUACHHHT...
Raden Cakra kembali mengecup bibir cewek mungil dan imut di depannya sambil masih ada di atas motor gedenya itu.
Bunga melepas sepatu boots yang dia kenakan yang berasal dari rumah Raden Cakra tadi. Dan dia bersiap menabok manusia nyebelin di depannya.
"Lo itu sebenarnya siluman angsa atau siluman bebek,sih? Main nyosor-nyosor aja? Heran gue sama lo!"
Omel Bunga jengkel.
Raden Cakra yang dikatain siluman bebek itu biasa saja dan sama sekali nggak marah.
"Kalo lo marah dan ngomel lagi, gue anggap kalo lo pengen gue cium lagi!"
Sahut Raden Cakra kemudian yang membuat Bunga bungkam.
"Buruan naik!"
Perintahnya galak.
Bunga mengenakan helmnya lagi dan naik di boncengan.
Raden Cakra pun diam-diam tersenyum manis saat melihat wajah cemberut Bunga yang sangat imut baginya. Dia semakin gemas saat melihat Bunga ngambek.
Si Pangeran Kulkas Kutub Utara kembali melajukan motor gedenya dengan kecepatan tinggi.
Lima menit pun berlalu.
Raden Cakra panik saat tidak mendengar ocehan Bunga. Dia takut Bunga jatuh atau ternyata hilang ditengah jalan.
Raden Cakra menghentikan motornya dan dia menengok ke arah belakang. Dia terkejut karena Bunga ternyata tertidur pulas dengan suara ngorok yang keras pula.
Raden Cakra bengek.
Dia mendadak ingat sesuatu.
Kebiasaan ini....
Kebiasaan Bunga yang suka molor dimanapun ini mengingatkan Raden Cakra pada seseorang yang sangat dia cintai.
"REVANDA???"
Ucap Raden Cakra syok sambil menatap wajah Bunga.
Siapakah Revanda???
Simak di bab selanjutnya!.
❤️Kepincut Pangeran Kulkas❤️