Keyakinan

1070 Kata
Ryan memutuskan untuk menceritakannya kepada kedua orang tua Billy, Kedua orang tua Billy syok mendengar cerita Ryan, "Apa kau yakin, Jika yang dilihat oleh Billy adalah Erina?" Ryan menggeleng pelan, "Aku belum pernah bertemu dengan gadis yang Billy maksud," Ryan terdiam sesaat, "Aku takut, Jika Billy ternyata depresi karena kejadian yang menimpa Erina." William pun mengangguk pelan, **** Setelah pertemuan itu, hampir setiap hari Billy datang ke hotel tersebut untuk mencari tahu tentang Kirana, Namun ia tidak mendapat informasi apa apa, Billy yang mulai putus asa, tanpa sengaja ia melihat seorang gadis memakai celana jeans pendek dengan kemeja oversize dan rambut yang diikat, Billy membulatkan matanya sempurna saat ia menyadari itu adalah Kirana yang melangkah melewati nya begitu saja, Billy pun mengikuti langkah Kirana, hingga Tiba lah ia di sebuah taman dekat hotel tersebut, Ia melihat Kirana yang sedang memberi makan dan bermain dengan seekor kucing liar di taman tersebut, wajah bahagia itu terlihat jelas di wajahnya. Billy pun tersenyum memperhatikan Kirana dari jauh, Tak lama kemudian, Kirana melambaikan tangan pada kucing tersebut dan melangkah pergi, Billy pun kembali mengikuti langkah Kirana. Tiba tiba langkah Kirana pun terhenti, Kirana yang merasa ada yang mengikutinya pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah belakang, namun ia tidak melihat Siapapun, Kirana pun kembali melanjutkan langkahnya, Billy yang bersembunyi di balik pohon untuk menghindari pandangan Kirana, kembali melanjutkan langkahnya, Kirana tiba di sebuah restoran, "Hey Kirana! Kau darimana saja?" Sapa seorang teman kirana. "Oh, Aku dari taman." "Cepat ganti baju, banyak pelanggan yang datang hari ini," "Baik," Kirana bergegas mengganti pakaiannya, **** Billy melihat Kirana tengah melayani para pelanggan, Ia pun berpura pura menjadi pelanggan di restoran tersebut, Kirana menghampiri Billy yang tengah duduk di salah satu meja, Kirana menyodorkan buku menu padanya, "Silahkan Tuan, Anda mau pesan apa?" Billy hanya menatap Kirana tanpa menjawab pertanyaannya. Kirana yang merasa heran pun menatap balik Billy, "Tuan?" Namun Billy tetap tidak menjawab, Kirana pun melambaikan tangannya di wajah Billy, "Tuan?" Billy pun mengerjap, "Oh, Emm Aku pesan ini," Billy menunjuk salah satu menu minuman, "Baik, mohon tunggu sebentar," Kirana pun melangkah pergi setelah menulis pesanan Billy, Tak berselang lama, Kirana datang membawakan pesanan Billy, yaitu segelas Kopi Cappucino hangat dan Cake coklat, "Selamat menikmati," Saat Kirana akan melangkah pergi, tiba tiba.. "Tunggu!" Kirana pun berbalik, "Apa ada pesanan lain Tuan?" Billy pun tersenyum, "Bisakah kau menemaniku disini?"a Kirana mengernyitkan keningnya, "Maaf Tuan, Tapi saya tidak bisa!" Kirana pun hendak melanjutkan langkahnya, namun Billy tiba tiba memegang tangannya, "Tunggu!" Kirana pun menatap tajam Billy yang tengah memegang tangannya, Seketika Billy melepas pegangannya, "Maaf," Kirana melangkah pergi dan menggerutu sepanjang langkahnya, "Apa apaan dia itu? Aku disini hanya seorang pramusaji, bukan penggoda, benar benar menyebalkan!" Kirana pun melanjutkan pekerjaannya, Hingga malam tiba Kirana masih melihat Billy yang masih duduk manis di kursinya, Kirana yang merasa penasaran pun kembali menghampirinya, "Maaf, Tapi Tuan sudah berada disini selama empat jam, Apa anda tidak ada pekerjaan lain?" Billy pun tersenyum tipis, "Aku sedang menunggumu pulang," Kirana pun mengerutkan dahinya, "Maksud Anda?" Billy melemparkan senyuman manis padanya, "Aku ingin bicara denganmu, Apa kamu bisa meluangkan waktumu?" Kirana hanya menatap heran ke arah Billy, **** Setelah shift Kirana habis, Kirana pun menghampiri Billy "Maaf, lebih baik anda pulang, karena toko ini akan tutup," Billy dengan ramahnya, ia tetap tersenyum pada Kirana, "Tidak apa apa, aku akan tetap menunggumu," Kirana yang merasa yakin jika Billy tidak akan pergi sebelum ia memenuhi permintaan nya pun hanya bisa pasrah, "Baiklah," Kirana pun duduk berhadapan dengan Billy, "Emm, Apa kau masih ingat denganku?" Tanya Billy langsung, Kirana pun berpikir sesaat, matanya pun membola saat ia mengingat Billy, Kirana langsung menunjuk Billy, "Kau? Bukankah kau pria yang memelukku waktu itu?" Syok Kirana. Billy pun tersenyum tipis, "Kau benar! Rupanya ingatanmu itu masih sangat baik," Kirana pun menunjukkan raut wajah kesalnya, ia memanyunkan bibirnya dan melipat kedua tangannya, Billy tertawa melihat tingkah lucu Kirana, "Kau mau apa?" Tanya Kirana Billy pun menghela nafas kasar, Ia meraih ponselnya dan menunjukkan poto seseorang, "Lihat ini," Kirana pun meraih ponsel Billy, dan memperhatikan poto tersebut, "Eh, Wajahnya kenapa mirip denganku?" Ujar Kirana sambil menunjuk dirinya sendiri, Billy mengangguk pelan, "Ya, Dia adalah istriku, namanya Erina!" Kirana pun menatap lekat ke arah Billy, "Lalu, dimana istrimu?" Billy terlihat menundukkan pandangannya, "Dia.. Aku meyakini dia masih hidup, selama jasadnya belum ditemukan, aku yakin dia masih ada," Kirana pun mengangguk pelan, "Apa terjadi sesuatu pada istrimu?" Billy terdiam sejenak dan memandang ke arah luar jendela, "Istriku… dia diculik dan dibuang di lautan oleh para penjahat itu," Kirana terlihat syok mendengar perkataan Billy, "A-apa?" Billy pun menatap ke arah Kirana, "Entah Kenapa, Aku merasa yakin, Kau adalah Erina… istriku, yang hilang." Kirana pun tergugu, **** Setelah pertemuan itu, Kirana nampak berpikir sembari berbaring di atas kasurnya, "Kenapa dia bisa mengira seperti itu?" Gumam Kirana, Namun Kirana yang tidak mau Ambil pusing tentang itu, Ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, **** Di lain sisi, Billy kembali ke rumah dengan raut wajah yang tidak biasa, Sang Ibu diana yang sedari tadi menunggu kepulangannya hanya menatap heran sang putra, "Sepertinya, Kau sedang bahagia?" Billy pun menatap sang ibu sambil tersenyum, "Ibu, Apa ibu menunggu ku lagi?" Diana pun mengangguk pelan, "Terima kasih, dan maaf karena aku, ibu jadi harus menunggu," Diana pun mengelus kepala sang putra, "Ini sudah menjadi kewajiban seorang ibu," Billy pun tersenyum, **** Keesokan pagi nya, Ryan yang tengah menunggu Billy di kantor nya, merasa terkejut karena Billy yang tiba tiba datang memasang wajah sumringah, "Morning Bro! Kau sudah sarapan?" Ucap Billy sambil memegang bahu Ryan, Ryan pun mengangguk pelan dan tersenyum tipis menatap Billy, "Kau kenapa?" Ucap heran Ryan "Kenapa apanya?" Jawab Billy "Apa kau sedang bahagia?" Billy pun kembali tertawa, "Tidak Juga!" Ryan pun menggeleng pelan, "Aku rasa, kau benar benar sudah gila!" Ujar Ryan "Aku merasa bahagia, karena Erina sudah kembali," Jelas Billy, "Apa? Kau yakin itu Erina?" Ucap Ryan penasaran Billy menghela nafas kasar, "Aku yakin, Kirana adalah Erina." Ryan menatap lekat Billy, "Dengar! Hanya karena wajah mereka sama, bukan berarti mereka orang yang sama juga!" Terang Ryan "Aku tau, Tapi aku yakin dia adalah Erina," Ryan menggeleng geleng kepalanya, "Kau harus menerima kenyataan, Erina sudah tiada Billy!" Tiba tiba Billy menggebrak meja dan menatap tajam ke arah Ryan, "Diam!! Sampai kapanpun, Aku tidak akan percaya Erina sudah tiada jika aku belum melihat jasadnya!" Billy pun melangkah pergi meninggalkan Ryan, Ryan hanya menghela nafas kasar melihat sikap Billy,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN